Ditjen Bea Cukai Pastikan Tidak Ada 7 Kontainer Kotak Suara

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Direktorat Jenderal Bea Cukai Kemenkeu memastikan kabar adanya surat suara tercoblos dalam kontainer di Tanjung Priok adalah hoaks. Bea Cukai sudah mengecek barang yang masuk dari China terkait kabar tersebut.

“Kalau kita berbicara pemasukan barang, tentunya juga ada barang masuk dari China. Tetapi setelah kita lakukan pengecekan barang dari China, ternyata tidak ada 7 kontainer berisi kotak suara itu,” ujar Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea-Cukai Deni Surjantoro kepada wartawan di kantornya, Jalan Ahmad Yani Bypass, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (3/1).

Baca juga: KPU Pastikan Kabar Adanya Kontainer Surat Suara Tercoblos Paslon 01, Hoaks

Bea Cukai mengatakan pihaknya pasti akan menjalankan fungsi dan tugasnya terutama melakukan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk.

“Untuk selanjutnya, kami pasti akan menjalankan fungsi dan tugas kita sebagai Bea Cukai yang selama ini kita melakukan pengawasan terhadap masuknya barang-barang, termasuk barang berbahaya. Selain pengawasan, pemeriksaan barang juga kita lakukan. Dan kita ada namanya unit intelijen, ada pemeriksa barang, dan segala macam. Overall secara komprehensif sudah kita lakukan pengecekan,” kata Deni.

Baca juga: KPU Laporkan Hoaks Surat Suara Tercoblos ke Bareskrim Siang Ini

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian, KPU, dan Bawaslu terkait hoax tersebut. Demikian juga KPU, yang sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait berita bohong tersebut.

“Tentunya kita lakukan koordinasi dengan teman-teman dari instansi lain, di situ ada kepolisian dan semalam ketua KPU datang bersama dengan Bawaslu. Kami sudah sampaikan faktanya dan kita teliti secara bersama dan ternyata apa yang dinamakan pemasukan tersebut tidak ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (2/1) malam, pihak Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memastikan adanya surat suara yang sudah tercoblos hoaks setelah mengecek ke Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara. KPU akan melaporkan kasus hoaks surat suara tercoblos ke Bareskrim Polri hari ini. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy