Dianggap Kampanye Saat Peresmian Suramadu Gratis, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu

4
81
  • 45
    Shares
Presiden Jokowi saat meresmikan perubahan status Suramadu jadi non tol, terlihat beberapa orang acungkan satu jari, Sabtu (27/10/2018). (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Peresmian perubahan status jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dari tol menjadi jalan umum oleh Presiden Jokowi pada Sabtu (27/10) yang lalu, berbuntut panjang.

Para advokat yang tergabung dalam Forum Advokat Rantau (FARA) melaporkan Jokowi yang merupakan calon Presiden (capres) nomor urut 01, ke Bawaslu terkait acara peresmian yang dilakukan diatas jembatan yang menghubungkan Surabaya dengan pulau Madura tersebut.

FARA menganggap acara peresmian tersebut adalah kampanye terselubung yang dilakukan Jokowi sebagai petahana.

Loading...

“Terlebih di saat peresmian tersebut banyak yang menunjukan simbol salam satu jari, yang merupakan citra diri pak Jokowi selaku calon presiden,” kata Aktivis FARA Rubby Cahyady di Bawaslu, Jakarta, Selasa (30/10).

Menurut Rubby, semestinya Jokowi yang juga sebagai capres tidak datang ke acara peresmian tersebut, cukup diwakilkan ke setingkat menteri.

Rubby menganggap yang dilakukan Jokowi berpotensi merugikan peserta pemilu lainnya, dan diduga melanggar pasal 282 jo Pasal 306 UU no 7/2017 tentang pemilu.

Pasal Dalam pasal 282 dinyatakan pejabat negara dilarang membuat keputusan dan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu. Sementara pasal 306 menyatakan Pemerintah hingga jajaran terendah dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu.

“Ancaman hukuman terhadap pelanggaran atas pasal tersebut diatur dalam pasal 547, tiga tahun penjara dan denda paling banyak Rp36 juta,” tukas Rubby. (Ant/ARif R)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU