Bukti Hanya Berupa Print dan Link Berita, Bawaslu Tolak Laporan BPN Prabowo Soal TSM

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyatakan laporan BPN Prabowo-Sandiaga atas dugaan terjadinya kecurangan pemilu terstruktur, sistematis dan masif (TSM) mengenai pelibatan aparatur sipil negara (ASN) oleh pasangan Jokowi-KH Ma’ruf, tidak dapat diterima.

“Menetapkan, menyatakan, laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu terstruktur, sistematis dan masif tidak dapat diterima,” kata Ketua Bawaslu Abhan dalam sidang putusan pendahuluan di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (20/5).

Dalam pembacaan putusannya, Bawaslu menyebut laporan BPN yang teregister nomor 01/LP/PP/ADR/TSM/RI/00.00/V/2019 mengenai dugaan pelibatan ASN dalam pemenangan pasangan capres-cawapres Jokowi-KH Ma’ruf, tidak memenuhi kriteria TSM, karena bukti yang disertakan dalam laporan tidak cukup kuat.

Bukti yang diajaukan BPN dalam kasus tersebut hanya berupa hasil cetak atau ‘print out’ berita media daring, dan link berita.

“Dengan hanya memasukkan bukti berupa link berita dalam laporan pelanggaran administrasi pemilu yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif, maka nilai kualitas bukti belum memenuhi syarat,” kata anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar dalam persidangan.

Pelaporan keterlibatan ASN yang dituduhkan BPN Prabowo-Sandiaga ini berdasarkan pengaduan dari anggota BPN, Dian Fatwa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER