Raja Salman Bisa Mendongkrak Ekonomi Syariah Indonesia

JAKARTA – Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud diharapkan bisa mendongkrak ekonomi syariah di Indonesia. Diharapkan, investasi ekonomi syariah kian berkembang dengan datangnya investor-investor dari Arab Saudi yang ikut dalam rombongan Raja Salman.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menyikapi kedatangan Raja Salman di Indonesia mendatang.

“Saya berharap kunjungan Raja Saudi bisa meningkatkan ekonomi syariah. Kepercayaan investasi di Indonesia juga makin meningkat. Saya juga berharap Indonesia bisa siap menerimanya,” jelas Kiai Ma’ruf, Senin (27/2).

Ia mengatakan, pusat dari kegiatan ekonomi syariah selama ini berada di London. Beberapa negara lain juga sudah menerapkan sistem ekonomi syariah Di antaranya Malaysia dan Singapura.

“London sudah menjadi pusat ekonomi syariah itu di London. London jadi kegiatan bisnis yang menarik. Kemudian, Singapura dan Malaysia juga sudah memosisikan sebagai pusat keuangan syariah. Jika Indonesia ketinggalan, dana (Timur Tengah) itu akan masuk,” ujarnya.

Kiai Ma’ruf berharap dengan kedatangan Raja Salman akan memperkuat dasar-dasar sistem syariah di Indonesia. Saat ini, lanjutnya, sistem syariah sudah digunakan dalam sistem ekonomi nasional. Semua yang berkaitan dengan keuangan nasional sudah ada bagian syariahnya. Apalagi, saat ini Indonesia sedang giat mengembangkan sistem ekonomi syariah.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu mengatakan, sudah banyak  negara yang memulai mengadopsi sistem syariah dalam kegiatan bisnisnya.

Menurutnya, saat ini sistem perekonomian syariah harus digenjot karena memiliki pangsa pasar yang besar. Untuk saat ini baru 5,3 persen. Peluang ini sangat terbuka mengingat perbankan syariah juga tengah berkembang pesat. Demikian pula dengan pasar modal. Apalagi, saat ini sudah dibentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

EDITOR: Rizky

 

4 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah… Semoga Allah memberikan Berkah bagi kedua Negara dan melancarkan pengembangan Ekonomi Syariah demia Kesejahteraan,kemakmutan dan keberkahan hidup Masyaraka Indonesia dan Arab Saudi serta Dunia.aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.