Bank QNB akan Lakukan Rights Issue

0
176
Jajaran para direksi Bank QNB Indonesia di sela-sela RUPS tahunan. (Foto: Bank QNB)

JAKARTA – PT Bank Qatar National Bank (QNB) Indonesia Tbk akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue) dengan jumlah saham yang dikeluarkan oleh bank sebanyak-banyaknya 8.235.757.284 saham dengan nilai Rp 250 per saham. Dengan demikian,  modal disetor bank meningkat dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 4,25 triliun.

Rencana right issue ini telah disetujui oleh rapat umum pemegang saham  (RUPS) bertempat di QNB Tower, 18 Parc SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta, Selasa (28/2).

Agenda RUPS juga  disetujui oleh para pemegang saham. Termasuk di antaranya adalah laporan keuangan bank untuk tahun 2016. Kemudian, penetapan honorarium/gaji bagi anggota direksi dan dewan komisaris, serta perubahan susunan direksi dan dewan komisaris bank.

Penambahan modal tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan bank. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk meningkatkan aset produktif bank dalam bentuk penyaluran kredit.

“Penambahan modal ini akan mendukung pertumbuhan usaha bank di tahun 2017. Ini sejalan dengan rencana bisnis bank yang telah disampaikan kepada OJK dan Qatar National Bank. SAQ selaku pemegang saham mayoritas memberikan dukungannya melalui penambahan modal bank,” jelas Plt Direktur Utama  Azhar Abdul Wahab.

Menurut Azhar, hal ini menjadikan bukti komitmen berkelanjutan dalam mengembangkan kinerja anak perusahaannya dan turut berkontribusi untuk pertumbuhan perekonomian nasional.

Dalam lima tahun terakhir, Bank QNB Indonesia telah berhasil membukukan pertumbuhan aset rata-rata sebesar 61 persen atau bertumbuh 80,94 persen sejak tahun 2012. Meskipun pada tahun 2016 terjadi penurunan aset sebesar 5 persen dari tahun sebelumnya, namun bank tetap optimis akan membukukan pertumbuhan aset pada tahun berikutnya.

Kredit netto yang diberikan bank menurun sebesar 15,57 persen dari Rp 20,79 triliun pada akhir 2015 menjadi Rp 17,55 triliun pada akhir 2016. Penurunan ini disebabkan oleh perlambatan dunia usaha seiring dengan belum terlalu kondusifnya perekonomian global maupun nasional.

Pada tahun 2016, Bank QNB  mengantisipasi kondisi perekonomian nasional dengan melakukan langkah strategis dengan prinsip kehati-hatian untuk meningkatkan loan loss coverage melalui upaya pembentukan CKPN kredit menjadi Rp 736,73 miliar.

EDITOR: Rizky

 

 

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU