Warga Labusel Kerap Lihat Dua Ekor Binatang Langka Masuk Perkampungan

0
158
Tapir yang ditangkap di kuburan Cina Labusel.

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Seekor tapir yang ditangkap di pemukiman warga di Kecamatan Kota Pinang, Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumut, sempat membuat heboh. Satwa dilindungi itu lantas dibawa ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) di Aek Godang, Hulu Sihapas, Padang Lawas, Sumut untuk dirawat.  Namun, bukan kali ini saja hewan langka bernama Tapirus indicus itu dilihat warga masuk ke perkampungan.

Warga mengaku ada dua ekor lagi tapir yang kerap berkeliaran di sekitar perkampungan di Kecamatan Kota Pinang tersebut.

“Informasi dari masyarakat bukan hanya ini. Ada dua ekor yang sering mereka lihat di sekitar itu. Karena mereka lihat langsung,” kata Analisis Data Kehumasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Evansus R Manalu, Selasa (19/12).

BBKSDA mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang bisa berdampak buruk bagi tapir. Selain itu, jika masyarakat melihat keberadaan hewan langka ini, agar segera memberitahukannya ke mereka.

“Kita imbau masyarakat melalui kawan-kawan di lapangan, bila menemukan, segera info ke kita, biar kita langsung ke lapangan. Pencarian butuh waktu, kita juga kurang tenaga. Karena lokasi itu cukup luas, makanya kita imbau masyarakat agar membantu,” pintanya.

Menurut Evansus, tapir merupakan hewan langka dan dilindungi oleh undang-undang. Mengenai berapa populasi tapir di Sumut, Evansus mengaku belum mengetahuinya dengan pasti.

“Populasi tapir di Sumut kita belum ada datanya. Karena kita kurang tenaga, peralatan dan biaya. Tapir ini hewan langka dan dilindungi. Makanya kita lakukan perlakuan khusus,” bebernya.

Sebelumnya, seekor tapir berhasil ditangkap warga di Komplek Kuburan Cina, Kampung Kristen, Kecamatan Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut, Senin (18/12).

Hewan langka yang memiliki berat 300 Kg ini menjadi tontonan warga yang awalnya mengira tapir tersebut merupakan babi hutan. Ketika didekati, hewan tersebut lari ke arah tembok kuburan yang bersebelah dengan pemukiman warga sebelum akhirnya melompati tembok.

Warga Lingkungan Kampung Kristen, kemudian menangkap hewan yang belakangan diketahui ternyata tapir. Saat ditangkap warga, kondisi tapir mengalami sejumlah luka di tubuh. (Mica/Hrn)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama