Warga Labusel Kerap Lihat Dua Ekor Binatang Langka Masuk Perkampungan

0
131
Tapir yang ditangkap di kuburan Cina Labusel.

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Seekor tapir yang ditangkap di pemukiman warga di Kecamatan Kota Pinang, Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumut, sempat membuat heboh. Satwa dilindungi itu lantas dibawa ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) di Aek Godang, Hulu Sihapas, Padang Lawas, Sumut untuk dirawat.  Namun, bukan kali ini saja hewan langka bernama Tapirus indicus itu dilihat warga masuk ke perkampungan.

Warga mengaku ada dua ekor lagi tapir yang kerap berkeliaran di sekitar perkampungan di Kecamatan Kota Pinang tersebut.

“Informasi dari masyarakat bukan hanya ini. Ada dua ekor yang sering mereka lihat di sekitar itu. Karena mereka lihat langsung,” kata Analisis Data Kehumasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Evansus R Manalu, Selasa (19/12).

BBKSDA mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang bisa berdampak buruk bagi tapir. Selain itu, jika masyarakat melihat keberadaan hewan langka ini, agar segera memberitahukannya ke mereka.

“Kita imbau masyarakat melalui kawan-kawan di lapangan, bila menemukan, segera info ke kita, biar kita langsung ke lapangan. Pencarian butuh waktu, kita juga kurang tenaga. Karena lokasi itu cukup luas, makanya kita imbau masyarakat agar membantu,” pintanya.

Menurut Evansus, tapir merupakan hewan langka dan dilindungi oleh undang-undang. Mengenai berapa populasi tapir di Sumut, Evansus mengaku belum mengetahuinya dengan pasti.

“Populasi tapir di Sumut kita belum ada datanya. Karena kita kurang tenaga, peralatan dan biaya. Tapir ini hewan langka dan dilindungi. Makanya kita lakukan perlakuan khusus,” bebernya.

Sebelumnya, seekor tapir berhasil ditangkap warga di Komplek Kuburan Cina, Kampung Kristen, Kecamatan Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut, Senin (18/12).

Hewan langka yang memiliki berat 300 Kg ini menjadi tontonan warga yang awalnya mengira tapir tersebut merupakan babi hutan. Ketika didekati, hewan tersebut lari ke arah tembok kuburan yang bersebelah dengan pemukiman warga sebelum akhirnya melompati tembok.

Warga Lingkungan Kampung Kristen, kemudian menangkap hewan yang belakangan diketahui ternyata tapir. Saat ditangkap warga, kondisi tapir mengalami sejumlah luka di tubuh. (Mica/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...