Program BPJS Tingkatkan Usia Harapan Hidup Masyarakat

0
91
BPJS Kesehatan
Kantor BPJS Kesehatan (ilustrasi)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan berdampak pada meningkatnya usia harapan hidup masyarakat. Sehingga masyarakat yang tidak mampu tak perlu khawatir lagi berobat ke rumah sakit.

“Tak hanya itu, kesadaran masyarakat untuk hidup sehat juga meningkat. Bahkan program JKN-KIS juga telah memberikan kontribusi yang cukup menggembirakan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu sebesar Rp 152,2 triliun,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Ari Dwi Aryani, Jumat (22/12).

Dia menyebutkan program JKN-KIS yang hampir genap empat tahun juga terbukti mampu menghindarkan masyarakat dari risiko jatuh miskin akibat membayar biaya pelayanan kesehatan penyakit-penyakit berbudget besar, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, dan sebagainya.

“Karena itu, BPJS Kesehatan memperoleh berbagai penghargaan seperti penghargaan Indonesia Good Corporate Governance Award III 2017 Kategori Perusahaan Asuransi yang diselenggarakan oleh Majalah Economic Review. The Best in Achieving Total Customer Satisfaction dari Indonesian Customer Satisfaction Award dalam kategori Health Insurance, dan banyak lagi,” ujarnya.

BPJS Kesehatan juga telah memperluas pelayanan pendaftaran kepesertaan yang bisa dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan dengan System Drop Box, Lippo Mall Group, Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Care Center 1500-400, Mobile Customer Service, Kantor Kecamatan dan melalui Kader JKN.

“Juga memperluas channel pembayaran dengan pembayaran iuran melalui ATM, sms banking dan internet banking. Meningkatkan kerjasama Payment Point Online Banking (PPOB) Tradisional maupun Modern di supermarket, minimarket, Kantor Pos, Tokopedia dan aplikasi GO-JEK melalui fitur GO-BILLS,” terangnya.

Dengan berbagai kemudahan ini, dirinya berharap animo peserta JKN-KIS untuk mendaftar dan membayar iuran tepat waktu dapat meningkat, sehingga sustainibilitas program JKN-KIS terus terjaga.

“Ke depannya secara bertahap kami akan terus memperluas kanal pembayaran dan mencanangkan strategi untuk memberi lebih banyak kemudahan dan manfaat bagi peserta JKN-KIS,” tutur Ari.

Sedangkan pelayanan di rumah sakit, juga telah mengembangkan aplikasi berbasis website (https://faskes.bpjs-kesehatan.go.id/aplicares/) yang berfungsi mencari lokasi serta sebagai informasi tentang fasilitas kesehatan yang diinginkan peserta bernama Aplicares. Aplikasi ini berisi informasi yang tersedia mulai dari jumlah faskes mitra BPJS Kesehatan, nama dokter dan jumlah pegawai di faskes, serta peta lokasi sampai ketersediaan kamar dan tempat tidur.

“Dengan adanya website ini peserta secara mandiri dapat mengecek ketersediaan kamar tidur yang ada di rumah sakit. Sedangkan kepesertaan hingga 1 Desember 2017, sebut Ari, peserta JKN-KIS telah mencapai 186.602.571 jiwa. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, telah bermitra dengan 21.514 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” pungkasnya. (Mica/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU