MEDAN, SERUJI.CO.ID – Media memiliki peranan penting agar pelaksanaan Pilkada berjalan dengan baik dan demokratis. Karena itu, media seharusnya bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat dan bersikap netral.
“Sebab media memiliki peranan yang sangat kompleks,” kata pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara, Dr Warjio pada acara ‘Netralitas media dalam Pilkada 2018’ yang diselengarakan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Selasa (19/12).
Warjio menyebutkan ada empat poin penting yang dapat dilihat dari perspektif media, seperti menjadi penonton, penjaga dan pelayanan juga penipu. Dengan menjadi penonton, media memberikan peran yang netralitas bagaimana realitas sebenarnya.
“Kemudian sebagai pelayan, memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. Sedangkan dalam konteks Penjaga, media harus mencerminkan nilai nilai kebaikan. Sementara, media sebagai penipu adalah media yang dapat ditunggangi oleh kepentingan tertentu sehingga informasi yang disebarkan tidak berpihak kepada kepentingan publik,” ucapnya.
Warjio menambahkan jurnalisme sebenarnya memiliki peran positif yang harus disuarakan untuk kepentingan masyarakat.
“Karena realitasnya sekarang ini, media banyak ditunggangi berbagai kelompok kepentingan, terutama pemilik modal. Sehingga masyarakat menjadi bingung bagaimana seharusnya bersikap terhadap kepentingan politik itu,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Prof Dr Darmayanti menyebutkan sejauh ini pihaknya sudah melakukan pengawasan untuk penyelenggaraan Pilkada melalui lembaga terkait, seperti dengan lembaga KPU, pemda, dan Kemendagri.
“Jadi proses pengawasannya, melalui rapat dengar pendapat. Kita sudah mulai bergerak, karena di tahun 2018 ini ada setidaknya 17 provinsi yang akan mengikuti pilkada serentak,” ujarnya. (Mica/Hrn)
