Dirut BPJS Kesehatan Tinjau Pelayanan RS di Medan


MEDAN, SERUJI.CO.ID – Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris meninjau RS Bunda Thamrin, Medan yang merupakan salah satu rumah sakit provider BPJS Kesehatan di Kota Medan, Sabtu (18/11).

“Saya ingin melihat secara langsung, bagaimana pelayanan rumah sakit kepada peserta BPJS Kesehatan. Apakah peserta BPJS benar dilayani dengan baik atau tidak,” ujar Fachmi Idris di RS Bunda Thamrin, Medan.

Dalam kunjungannya itu, Fachmi juga didampingi anggota VI Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI Hary Azhar Azim, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumut Aceh Budi Mohamad Arief, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani.

Peninjauan itu guna memantau langsung bagaimana pelayanan yang diberikan rumah sakit provider kepada peserta BPJS Kesehatan. Dia juga menyempatkan diri berbincang dengan dengan beberapa orang pasien, di antaranya Siti Helena Siburian dan Sutrisno warga Medan.

“Dari kunjungan ini, ada beberapa pasien yang menyampaikan keluhannya. Ternyata ada salah satu pasien peserta BPJS Kesehatan yang mengaku jika istrinya belum terdaftar. Jadi nanti langsung akan didaftarkan melalui kemensos saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota VI BPK-RI Hary Azhar Azim mengatakan, yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan, dapat langsung didaftarkan melalui Kemensos. Proses pembuatannya memakan waktu paling lama sekitar 1,5 bulan.

“Rumah sakit harus menjadi semacam rumah ke dua bagi pasien. Sehingga pasien betah saat berobat. Hak seluruh peserta harus dilayani, siapapun, kapanpun, dimanapun bisa mendapatkan hak nya untuk berobat,” tegasnya. (Mica/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close