Bandar Narkoba Asal Malaysia Kendalikan Penyeludupan 38 Kg Sabu di Sumut

0
107
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw saat paparan 38 kg sabu yang disita dari 14 tersangka, Rabu (6/12/2017). (foto:Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Polda Sumut mengungkap penyeludupan narkotika jenis sabu seberat 38 kg oleh jaringan sindikat Internasional yang dikendalikan oleh Bandar dari Malaysia berinisial P. Barang haram ini dibungkus teh warna kuning bertuliskan Guan Yin Wang untuk mengelabui petugas.

“Dari pengungkapan kasus ini, ada 14 orang yang diamankan serta barang bukti sabu dengan total berat 38 Kg yang dibungkus teh warna kuning dan 2 unit mobil Kijang Krista warna hitam, Avanza warna hitam BK 1674 KD,” ucap Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw, di Mapolda Sumut, Rabu (6/12).

Adapun 14 orang berhasil diciduk, yakni Mudawali (31), Paujari (45), Conary Pernando Sitorus alias AGUAN (46), Gema Sitorus ( 56), Mhd Diani Sitorus alias KORO ( 40), Riawan alias Athong  ( 34), AKP Basar Siregar  (44), Bripda Mhd. Yogi Maulana Sitompul ( 22). Dua orang kurir Arif Ari Body (28) dan Jonny (45). Lalu M. Aman SapuaN (22), Ahmad Zulvi (40), Alfa Chandra (35) dan Suryono (44).

“Satu di antaranya ditembak mati karena melawan petugas yakni Dani alias Koro, 3 lainnya terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak pada bagian kaki yakni tersangka Paujari, Suryono dan M. Aman Sapuan. Kemudian dua tersangka lainnya Yogi Maulana Sitompul dan AKP Bsasar Siregar merupakan anggota Polri,” ucapnya.

Dijelaskan Kapolda penangkapan berawal dari adanya informasi tentang jaringan sindikat Internasional yang akan mengedarkan sabu di wilayah hukum Polda Sumut. Kemudian dilakukan penyelidikan selama 3 minggu.

Para pelaku kemudian ditangkap di beberapa tempat terpisah dalam lima kali pengungkapan kasus yang dimulai dari 25 November 2017 sampai dengan Selasa 5 Desember 2017.

“Para pelaku dijerat dengan Pasal 114  Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal pidana mati. Penyidik terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjut terhadap para pengendali jaringan Internasional yang berada di Malaysia,” tegasnya. (Mica/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU