Wabah Antraks Serang Trenggalek, Sterilisasi Diberlakukan

0
65
Petugas Dinas Kesehatan Trenggalek memeriksa daging sapi untuk mengetahui adanya anthraks atau tidak. (Foto: humassetda.trenggalekkab.go.id)

TRENGGALEK – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, melakukan sterilisasi kawasan sekitar ditemukannya wabah diduga virus antraks, hingga radius sembilan kilometer.

“Indikasi awalnya sudah mengarah ke antraks, dan kami sudah berlakukan sterilisasi dengan menetapkan zona merah, kuning dan hijau hingga radius sembilan kilometer,” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Budi Satriawan di Trenggalek, Senin (20/2).

Sejak ditemukan kasus pertama kali pada Jumat (17/2) lalu, Budi mengatakan, tim kesehatan hewan telah melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan desinfektan di area zona merah hingga radius tiga kilometer. Terutama di lokasi kandang sapi yang diidentifikasi terpapar antraks.

Petugas juga melakukan penyuntikan sejenis antibiotik terhadap sejumlah ternak yang berada di area yang sama untuk mengantisipasi penularan lebih lanjut, ujarnya. “Targetnya minimal akan dilakukan sterilisasi hingga enam kali, khususnya di area zona merah dan kuning dengan rentang dua hari sekali,” kata Budi.

Kepala Seksi Penyelidikan Penyakit Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Sumadi menjelaskan, zonasi diberlakukan dengan radius masing-masing tiga kilometer (zona merah), enam kilometer (zona kuning) dan sembilan kilometer (zona hijau).

Saat ini pemantauan dan penyelidikan (surveilance) masih terus dilakukan di sekitar lokasi kandang ternak sapi milik Thoimin di Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu yang teridentifikasi kasus wabah diduga antraks tersebut. Selain surveliance, saat ini tim Dinas Pertanian dan Pangan juga tengah menghitung volume ternak sapi maupun kambing yang ada di wilayah Desa Ngepeh dan sekitarnya.

Diberitakan, Tim Kesehatan Hewan di bawah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menemukan dugaan wabah antraks yang teridentifikasi di satu desa setempat dan telah menular pada manusia.

Ada dua ekor sapi yang dilaporkan mati mendadak dengan gejala antraks. Kejadiannya sekitar dua pekan lalu dan indikasinya sudah menular pada manusia.

Dugaan antraks muncul setelah petugas kesehatan hewan secara tidak sengaja mendapat laporan keluhan dari korban Thoimin, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu karena menderita luka gores, namun tak kunjung sembuh dan bengkak menyerupai bisul.

Berdasar hasil pemeriksaan visual tim keswan, luka bengkak mirip bisul akibat luka sayat itu mirip penyakit antraks kulit. Temuan kasus diduga anthraks tersebut menurut Budi sudah dilaporkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Balai Besar Veteriner di Wates, Jogjakarta, serta Kementerian Pertanian.

Selain kejadian dalam kurun sebulan dengan korban dua ekor sapi dan satu korban manusia, kata Budi, peristiwa diduga antraks juga pernah terjadi setahun sebelumnya dengan ciri-ciri sama dan juga menular pada manusia.

EDITOR: Rizky

Komentar

BACA JUGA

Terkait Penghadangan Terhadap Anies, Fahira: Tidak Etis dan Kecewakan Warga Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Senator DKI Jakarta Fahira Idris geram melihat perlakuan Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mengizinkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi...
Frans Barung Mangera

Belum Simpulkan Gila, Polda Jatim Masih Dalami Pelaku Penyerang Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim sampai saat ini belum bisa memastikan secara psikis apakah pelaku penyerang KH Abdul Hakim Mubarok mengalami gangguan jiwa atau...
Afifun Nidlom

Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyerangan Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi penyerangan yang dialami pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran,...
Frans Barung Mangera

Berbeda Dengan Legislator, Polisi Tegaskan Penyerang Ulama Belum Dipastikan Gila

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim menegaskan bahwa pelaku penyerangan terhadap KH Abdul Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Ahad...

Hormati Hari Libur Nasional dan Keagamaan, Jatah Waktu Kampanye Dipotong

SURABAYA, SERUJI, CO.ID - KPU Jatim mengurangi total pelaksanaan masa kampanye Pilgub Jatim 2018 menjadi selama 119 hari, dari total keseluruhan hitungan sejak tanggal...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...

Dilema Piala Presiden, Antara Kekuasaan dan Etika

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tertahan di panggung penonton dan tidak ikut serta turun ke lapangan mendampingi Presiden Joko Widodo, setelah dihentikan oleh Paspampres...
IMG_20180219_192213

Habib Lutfi : Umat Islam Harus Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kotawaringin Barat - Ribuan warga Pangkalan Bun, Sabtu (17/2) malam, membanjiri Lapangan Sampuraga. Kehadiran mereka guna mengikuti acara Kobar Bershalawat yang diadakan oleh Pemerintah...