Seniman Surabaya Gelar Refleksi Insiden Perobekan Bendera Belanda

“Peristiwa perobekan bendera ini yang kemudian berakhir pada 10 November 1945,” kata Risma dalam acara yang dihadiri Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Muhammad Iqbal, para veteran, pasukan TNI AD, AL dan AU, Polri serta pelajar SD-SMP negeri/swasta, jajaran OPD terkait serta Forpimda tersebut.

Untuk memperingati acara ini, kata Risma, pihaknya juga melibatkan para pelajar SD dan SMP dengan tujuan supaya anak-anak mengerti bahwa para pendahulunya dan pejuang dengan gagah berani melawan kesombongan pemerintah Belanda sehingga berhasil memperoleh kemerdekaan.

“Anak-anak Surabaya juga harus belajar dari pendahulunya agar berani, tidak boleh takut dan tidak boleh minder dengan siapapun untuk mendapatkan masa depan yang lebih cerah dan lebih baik lagi ke depan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Hartoyik menambahkan peristiwa ini merupakan tujuan terakhir dari bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah Belanda selama 350 tahun.

“Peristiwa ini seperti mercusuar yang menyinari seluruh negeri mulai Sabang sampai Merauke dan itu adalah Surabaya,” kata Hartoyik.

Hartoyik berpesan kepada generasi muda agar meneruskan perjuangan yang sudah dilakukan pejuang terdahulu dengan cucuran darah dan hilangnya ribuan nyawa rakyat Surabaya.

“Saya yakin para pemuda dan pemudi Surabaya bisa meneruskan perjuangan ini dengan profesional untuk menjunjung tinggi nilai bangsa dan negara ini,” katanya. (Ant/SU02)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER