Risma Berharap Gelora Pancasila Jadi Aset Pemkot Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Surabaya mengharapkan proses hukum kasus penyalahgunaan aset Gelora Pancasila yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi Jatim bisa segera selesai dan gedungnya bisa kembali menjadi aset pemkot.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Senin (5/3), mengatakan Gelora Pancasila yang diresmikan Presiden RI Soekarno itu merupakan bangunan sejarah karena pernah menjadi tuan rumah dihelatnya PON ke VII.

“Saat itu Surabaya sebagai tuan rumah. Sampai sekarang belum terulang kembali di Surabaya,” ujar Tri Rismaharini.

Selain aset Gelora Pancasila, lanjut dia, pihaknya berharap aset Kolam Renang Brantas di Jalan Irian Barat juga bisa segera selesai penanganan kasus penyelahgunaan asetnya ditangani Kejaksaan Tinggi Jatim.

Ia mengatakan kolam Renang Brantas pernah melahirkan banyak juara dunia. Pada saat Sea Games, salah satu atlet loncat indah seperti Nani Suwadji yang meraih delapan medali emas.

“Zaman Nani, Indonesia dapat medali emas banyak sekali,” katanya.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Richard Marpaung sebelumnya mengatakan kejati meningkatkan status penyidikan kasus dugaan penyalaghunaan Gedung Gelora Pancasila Surabaya, yang merupakan lahan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Menurut dia, pengusutan kasus ini dimulai dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memasukkan berkas laporan dugaan penyalahgunaan aset Pemkot Surabaya ke beberapa instansi penegak hukum, mulai dari kejaksaan, kepolisian di Surabaya dan Jawa Timur, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Risma melaporkan 11 aset Pemkot Surabaya yang diduga disalahgunakan, di antaranya adalah Gelora Pancasila, Waduk Wiyung, Jalan Upa Jiwa yang diklaim Marvell City, PDAM Surya Sembada di Jalan Basuki Rahmat, dan Kolam Renang Brantas. Beberapa di antara aset Pemkot Surabaya tersebut telah memasuki tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Richard mengatakan, penyalahgunaan aset Pemkot Surabaya di lahan Gedung Gelora Pancasila diduga merugikan negara senilai Rp183 miliar.

“Setelah meningkatkan statusnya menjadi penyidikan, kami akan segera melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER