Raih Lebih 2,2 Juta Suara, La Nyalla Akan Wakili Jawa Timur Sebagai DPD RI

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 pada Sabtu (11/5) dini hari.

Untuk calon anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 yang akan mewakili Jawa Timur, berdasarkan jumlah suara terbanyak empat teratas, salah satunya berhasil diraih Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti.

“Terima kasih kepada rakyat Jatim yang telah memberi kepercayaan kepada saya untuk menjalankan amanah ini,” kata La Nyalla saat dikonfirmasi di Surabaya, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (11/5).

Berdasarkan data salinan yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, La Nyalla mendapatkan total 2.267.058 suara. Raihan tersebut menempatkan mantan Ketua Umum PSSI itu duduk di peringkat kedua setelah Evi Zainal Abidin yang meraup 2.416.663 suara.

Selain La Nyalla dan Evi Zainal Abidin, dua calon anggota DPD lainnya yang dinyatakan lolos adalah Ahmad Nawardi (1.414.478 suara) dan Adilla Azis (1.322.755 suara).

Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi final KPU Provinsi Jawa Timur yang dibacakan di sela rapat pleno terbuka pada hari Sabtu (11/5).

Menurut La Nyalla, perolehan suara yang diraihnya merupakan amanah berat. Ia memohon restu dari rakyat Jatim serta berjanji tidak akan mengkhianati kepercayaan tersebut.

Salah satu program utama ke depannya, kata La Nyalla, adalah penguatan ekonomi rakyat berskala kecil dan mikro di Jawa Timur serta berjanji akan menyinergikan program itu dengan berbagai pemangku kepentingan.

”Advokasi kebijakan di tingkat pusat akan membuka banyak jalan bagi kesejahteraan masyarakat Jatim. Nanti akan dilakukan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, ada provinsi dan kabupaten/kota. Insyaallah banyak jalan yang kami perjuangkan bareng warga Jatim,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Relawan La Nyalla Academia, Rohmad Amrullah, terpilihnya La Nyalla meski tanpa politik uang tidak terlepas dari model relasi politik jangka panjang yang dilakukan selama bertahun-tahun di Jatim.

Berbagai kelompok dan komunitas, imbuh Rohmad, telah didampingi serta diadvokasi La Nyalla beserta jaringannya sejak lama.

”Karena Pak La Nyalla datang bukan hanya saat mau pemilu. Selama ini bersama para pelaku UMKM dan banyak organisasi kemasyarakatan. Ini yang menjadi penjelas mengapa tanpa politik uang pun beliau mampu mendapat 2,2 juta suara,” tukasnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER