Prosesi Penobatan Digelar di Makam Tan Malaka

KEDIRI – Keluarga Ibrahim Datuk Tan Malaka dari Sumatera Barat pada Selasa (21/2) menggelar prosesi adat penjemputan atau penobatan gelar di makam Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Makam tersebut diyakini sebagai makam Datuk Tan Malaka.

Pegiat Tan Malaka Institute, Habib Datuk Monti mengatakan, prosesi dilakukan untuk memindahkan gelar Datuk Tan Malaka ke kemenakannya Hengki Novaro Arsil.

“Ini acara prosesi bersalin baju atau penobatan gelar Datuk Tan Malaka yang dipindahgelarkan dari Ibrahim Datuk Tan Malaka pada Hengki Novaro dan ini dinobatkan di tanah pekuburan,” kata Monti di areal makam Desa Selopanggung.

Proses penobatan gelar itu, menurut dia, merupakan bagian dari adat yang berlaku di Minangkabau. Dalam acara itu, para pemangku adat melakukan prosesi pembahasan dan menyampaikan pernyataan sikap persetujuan, memakaikan baju dan menyematkan keris kepada yang diberi gelar, lalu berdoa bersama.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Ferizal Ridwan mengatakan, prosesi itu tidak hanya di areal makam, melainkan juga di kampung halaman. “Kami lakukan haul, berdoa, dan selanjutnya masih ada acara lagi di kampung halaman,” katanya.

Di kampung halaman, ia menjelaskan, nantinya akan dilakukan arak-arakan di sepanjang Jalan Tan Malaka di Sumatera Barat yang panjangnya sekitar 45 kilometer.

“Artinya, secara adat telah sempurna prosesi ini semua. Dan, lengkap sudah Ibrahim secara gelar dan secara raja akan bersatu di depan rumahnya sendiri,” kata Ferizal.

Acara penobatan gelar itu di areal makam itu dihadiri 150 orang lebih. Termasuk di antaranya pemangku adat dan pejabat pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang mengenakan pakaian adat. Wakil Bupati Kediri Masykuri dan pejabat pemerintah setempat juga menghadiri acara itu.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER