Pemungutan Suara Ulang Berpotensi Terjadi di Sekitar 10 TPS Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sedikitnya 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sejumlah kecamatan di Kota Surabaya, Jawa Timur, berpotensi akan digelar pemungutan suara ulang Pemilu 2019.

“Kami masih mengkaji beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang berpotensi PSU (Pemungutan Suara Ulang),” kata Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi, Komisioner Bawaslu Surabaya Yaqub Baliyya di Surabaya, Sabtu (20/4).

Menurut dia, TPS yang berpotensi akan digelar PSU itu karena memberi surat suara kepada pemilih A5 (pindah memilih) yang tidak sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). TPS tersebut berada di Kecamatan Lakarsantri, Semampir dan Gunung Anyar.

“Untuk TPS yang lainnya masih di investigasi oleh pak Usman (anggota Bawaslu Surabaya). Nanti kalau sudah rapat pleno akan disampaikan,” ujarnya.

Yaqub menjelaskan TPS yang tidak sesuai PKPU yakni mestinya pemilih A5 hanya diberikan surat suara Pilpres, tapi diberikan juga surat suara Pileg, mestinya hanya dapat suara Pilpres, DPD, DPR RI ternyata juga mendapat DPRD provinsi, mestinya dapat semua jenis surat suara, tapi yang DPRD kabupaten/kota tidak diberikan.

Saat ditanya apakah tidak ada solusi agar tidak dilakukan PSU, Yaqub menegaskan Bawaslu menegakkan keadilan pemilu dan menjaga hak pilih rakyat. Selain itu, lanjut dia, pihaknya tidak mau melanggar azas pemilu luber.

“Kalau partisipasi menurut di TPS menjadi risiko dari penegakan keadilan pemilu,” ujarnya.

Ia menjelaskan jika dilakukan PSU, maka paling lambat 10 hari setelah Bawaslu Surabaya memberikan rekomendasi kepada KPU Surabaya. “Kami akan menggelar rapat pleno dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi