Pembangunan Bandara Akan Berdampak Positif Bagi Perekonomian Kediri

KEDIRI, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menilai bandara yang akan dibangun di Kabupaten Kediri akan berdampak positif pada perekonomian di kota yang ke depannya akan menjadi lebih baik.

“Dengan adanya pembangunan bandara di kabupaten, tentunya akan memacu meningkatnya mobilisasi orang. Otomatis dampak positifnya akan dirasakan Kota Kediri,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana di Kediri, Ahad (15/4).

Ia mengungkapkan dampak positif itu, misalnya, banyak investor masuk, wisatawan yang masuk, hotel restoran, jasa dan lainnya yang juga akan meningkat. Selain itu, tingkat hunian penginapan, bahkan rumah makan di Kediri, juga akan semkain banyak.

Pemkot juga mendukung dengan rencana pembangunan bandara tersebut. Walaupun bukan di wilayah kota, secara tidak langsung dampak positif akan ikut berimbas, terutama peningkatan perekonomian di wilayah kota.

Terlebih lagi, pemerintah juga akan berencana membangun jalan tol yang menghubungkan Kertosono ke Kediri, yang juga bisa lebih mempercepat arus lalu lintas. Untuk ke depan, sesuai dengan ‘tagline’ “Kediri the service city”, Kediri kota pelayanan yang kedepankan jasa akan mengutamakan pelayanan.

Namun, tambah dia, sesuai dengan apa yang sering disampaikan oleh Pjs Wali Kota, sebagai kota jasa pelayanan akan di-“backup” juga menjadi kota wisata.

“Jadi, dengan menggali, memanfaatkan sumber daya alam yang ada, contohnya Kota Kediri sebuah kota yang dibelah aliran sungai brantas, yang mempunyai nilai sejarah dimana zaman kerajaan lalu sebagai lintas perdagangan, nanti dibackup kota jasa,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kediri Solikin menambahkan perekonomian di Kota Kediri memang bisa terus tumbuh menyusul rencana pembangunan bandara serta jalan tol. Namun, ia juga tidak khawatir, hal itu bisa berdampak pada pengelolaan tata ruang di kota ini.

“Saya kira soal tata ruang sudah ditata, ada pembahasan RTRW (Rencana tata ruang wilayah), jadi itu sudah jadi acuan. Namun, ini tentunya bisa lebih banyak yang dampak positif. Perdagangan otomatis akan menggeliat, jadi pusat pariwisata juga akan meningkat pesat, Kediri jadi pusat kunjungan orang nantinya,” ujar Solikin.

Di Kota Kediri, ada sekitar 32 ribu UMKM yang terdata. Dengan rencana pembangunan tersebut, jumlah itu juga dimungkinkan akan lebih meningkat lagi.

Sebelumnya, bandara yang akan dibangun di Kediri, Jawa Timur, rencananya dibangun pada akhir 2018 dan akhir 2019 sudah bisa mulai beroperasi.

Bandara tersebut akan dibangun dengan landas pacu sepanjang 3.000 meter. Namun, pada tahap awal, panjang landas pacu akan dibangun sepanjang 2.400 meter.

Ada pun nilai investasi pembangunan bandara yang disebut-sebut menjadi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Gudang Garam itu mencapai Rp5 triliun. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.