Megawati: Risma Wali Kota Atau Preman


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri memuji kiprah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sukses dalam menata lingkungan hidup di Kota Pahlawan.

“Mbak Risma ini sebenarnya wali kota atau preman. Wali kota, kok, gini lelaki atau perempuan. Kalau lihat mobil dinasnya isinya ada cangkul, sepatu, cetok, dan lainnya,” kata Megawati di hadapan ratusan peraih Kalpataru yang mengikuti acara di kediaman Wali Kota Surabaya, Sabtu (28/4).

Menurut dia, Risma telah berhasil menata lingkungan di Kota Surabaya menjadi asri dengan banyaknya taman. Bahkan, dalam waktu dekat, Risma akan membuat Kebun Raya Mangrove di Wonorejo.

Dalam hal ini, Megawati menekankan bahwa pemerintah dapat bertindak sebagai fasilitator upaya pelestarian lingkungan hidup.

Baca juga: Risma Akan Bangun Hutan Obat-Obatan

Megawati mencontohkan kiprah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menata lingkungan hidup di Surabaya. Bahkan, Megawati memberikan apresiasi kepada Risma karena selama ini berkenan turun ke lokasi melihat langsung kondisi lingkungan kota dan warga yang dipimpinnya.

Ia juga menghimbau masyarakat agar peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Pasalnya, jika hanya mengandalkan peran pemerintah, upaya pelestarian lingkungan akan jadi sia-sia.

“Saya pernah di pemerintahan. Sebagai Presiden RI waktu itu. Jadi, saya pikir semua masyarakat harus turut bergerak memajukan Indonesia melalui lingkungan hidup,” kata Megawati.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan beberapa upayanya dalam hal melestarikan lingkungan.

Ia mengaku sudah melibatkan masyarakat, misalnya tentang budi daya sampah.

Risma mencontohkan beberapa kampung di Surabaya yang sudah memiliki program budi daya sampah menjadi pupuk atau melalui Bank Sampah.

Hasilnya, lanjut dia, saat ini jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuang akhir (TPA) menurun hingga 1.000 ton per hari.

Angka tersebut menurun dari sebelumnya 3.000 ton pada saat Risma menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan Surabaya beberapa tahun lalu.

“Kami punya program urban farming. Produknya, ada selada ungu dan selada kriting meski baru kami suplai ke hotel bintang lima saja,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close