Kembali Miras Oplosan Makan Korban, Kali Ini di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Minuman keras (miras) oplosan kembali merenggut nyawa, kali ini terjadi di Kota Surabaya. Tiga Warga Pacar Keling Gang 4, meregang nyawa setelah menenggak miras oplosan, yang biasa disebut cukrik oleh masyarakat setempat, pada Sabtu (21/4) malam.

Korban bernama Wahyudi (50), Samsul (28) dan Totok Pramuji (48), ketiganya warga Pacar Keling, yang sehari-harinya dikenal pemabuk berat.

Ketua RT03/RW12 Pacar Keling Gang 40, Hariadi mengungkapkan bahwa sebelumnya sekitar Sabtu (21/4) pukul 8 malam, ketiga orang tersebut melakukan pesta miras di sampai keesokannya, Ahad, pukul 2 dini hari.

“Setelah menenggak cukrik oplosan mereka pulang, sementara Wahyudi saat sampai di rumah mengeluh perutnya sakit. Tak lama kemudian saya menghampiri rumahnya, terus melihat mulutnya mengeluarkan busa dan akhirnya meninggal Minggu jam 12 siang, namun belum dimakamkan,” ungkap Hariadi saat ditemui SERUJI, Ahad (22/4).

Dua korban lainnya, lanjut Hariadi, juga meninggak di hari yang sama. Samsul meninggal pukul 10 pagi, dan Totok Pramuji yang sebelumnya sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR Soetomo, Surabaya, namun tak lama kemudian Totok juga meninggal.

“Korban Samsul tergolong yang paling mudah ya, dia sekarang disemayamkan di rumah saudaranya di Kedung Tarukan dan belum dimakamkan, karena rencananya akan diotopsi oleh kepolisian, bersama korban Wahyudi,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Tambak Sari Kompol Prayitno menjelaskan korban bernama Totok itu sebenarnya sedang menderita penyakit keras di area lambungnya, bahkan sempat meminta sang istri dan warga untuk mengantar ke Rumah Sakit.

“Totok punya penyakit di area lambung, saat itu dia menghampiri kedua temannya (Wahyudi dan Samsul) dan temannya menawari dia untuk minum cukrik oplosan, alhasil terpaksa dia meminumnya sebanyak satu sampai dua sloki, sepulangnya di rumah, dia mengeluh dan minta di antar ke RS akhirnya tewas,” ungkap Prayitno. (Devan/Hrn)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ