JOMBANG, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengunjungi keluarga korban hilang akibat terseret arus sungai yang disebabkan banjir bandang di Dusun Kagulan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Keluarga korban hilang yang dikunjungi Gus Ipul bernama Niko Arfani Ferdiyansyah (17) putra pasangan Saiful Ahsin dan Khusnul Khotimah. Niko hanyut terbawa arus sungai Catak Banteng di desa setempat pada Kamis (22/2) kemarin.
“Saya turut prihatin atas musibah yang sedang menimpa keluarga Pak Saiful dan Bu Khusnul. Semoga ada keajaiban dan adik Niko bisa ditemukan dengan selamat,” ujar Gus Ipul, Jumat (23/2).
Menurut cagub yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno ini, kedatangannya kali ini untuk memberikan dukungan moril, agar keluarga tetap sabar dan diberikan kekuatan lahir dan batin atas musibah kali ini.
Jombang, kata Gus Ipul, sebenarnya bukan menjadi salah satu daerah rawan banjir. Namun dengan curah hujan tinggi seperti yang belakangan terjadi maka banjir bisa terjadi dimanapun.
“Ada beberapa daerah langganan banjir seperti Sampang, Pasuruan dan Bojonegoro. Ini yang menjadi PR serius yang kelak akan saya prioritaskan penanganannya,” jelasnya.
Sebelum mengunjungi korban banjir yang hilang, Gus Ipul juga melihat posko banjir di Desa Gambiran. Total ada 2.046 warga terdampak. Sebanyak 1.040 orang diantaranya mengungsi setelah banjir menggenangi rumahnya.
Di posko banjir, Gus Ipul melihat kesiapan penanganan banjir dan dapur umum, serta membantu memasak sambil mencicipi makanan yang disuguhkan kepada pengungsi.
Menurut dia, Ada beberapa faktor yang membuat desa Gambiran, Mojoagung ini kebanjiran.
“Saya tadi dapat laporan ada tanggul yang rusak. Padahal curah hujan sedang tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang Siti Mahmudah menceritakan, saat sungai Catak Banteng arusnya kencang, ada empat anak yang sedang bermain di sungai tersebut. Mereka dengan sengaja melompat dari sungai dan bermain air.
“Musibah terjadi sekita pukul 09.00 WIB. Saat bermain air itulah, tanggul sungai di Desa Gambiran jebol hingga mengakitbkan air semakin deras. Dari empat anak itu, tiga berhasil diselamatkan dan satu hilang,” terangnya.
Karenannya perbaikan infrastruktur pengairan memang harus menjadi prioritas. Di tengah curah hujan yang tinggi, jika infrastruktur pengaraian siap, maka banjir sebenarnya tidak akan terjadi. Kalaupun sungai tidak mampu, maka hanya akan terjadi genangan sebentar dan air akan kembali masuk ke dalam sungai. (Devan/Hrn)
