DPRD Surabaya Persoalkan Perizinan Proyek RS Siloam

0
39
  • 12
    Shares
Petugas pemadam kebakaran memeriksa kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Rabu (19/12/ 2018). (foto:Antara)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID –¬†Pimpinan DPRD Kota Surabaya mempermasalahkan perizinan proyek pembangunan basement Rumah Sakit Siloam Hospital yang diduga menjadi pemicu Jalan Raya Gubeng ambles pada Selasa (18/12) malam.

“Jelas itu ada permainan perizinan, dengan cepatnya perizinan seperti itu,” kata Ketua DPRD Surabaya Armuji saat mengunjungi lokasi terjadinya jalan ambles di Jalan Raya Gubeng, Rabu (19/12).

Selain itu, Armuji juga menengarai ada unsur kelalaian yang dilakukan pihak Pemerintah Kota Surabaya dalam hal pengawasan terhadap kontraktornya dan konsultan perencanaan.

“Kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk membicarakan permasalahan ini,” ujarnya.

Armuji juga meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus yang merugikan warga Surabaya ini.

“Tidak boleh ada yang disembunyikan. Kepolisian harus usut tuntas kalau memang benar ada yang bermain, termasuk jika ada anak pejabat sekalipun,” kata Armuji.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha. Ia mengatakan amblesnya Jalan Gubeng akibat carut-marutnya perizinan yang ada di Kota Surabaya.,

“Ini saatnya DPRD Surabaya melakukan fungsinya sebagai pengawas untuk melakukan hak interpelasi kepada kepala daerah sebagai tanggung jawab publik terhadap warga Kota Surabaya,” kata Masduki.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Eko Agus Supiyadi sebelumnya memastikan izin Amdal sudah terpenuhi semua.

“Secara administrasi sudah semua. Persyaratan pembangunan juga sudah terpenuhi,” ujarnya.

Ia menyebutkan dalam pembangunan konstruksi basement pengembangan Rumah Sakit Siloam sudah memenuhi beberapa syarat di antaranya adanya dinding penyangga dan tanggul yang harus dibuat untuk mengantisipasi terjadinya longsor.

“Kelengkapan dokumen pun sudah dilengkapi, syarat penyangga dinding dan tanggul juga tertuang. Semua sudah diantisipasi termasuk kemungkinan longsor,” katanya.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan perizinan baik IMB maupun Amdal pembangunan basement RS Siloam sudah dilakukan secara benar.

“Kami sudah cek semua perizinan sudah benar. Kita tidak tahu pelaksanaan mereka waktu melakukan pembangunan,” kata Whisnu.

Whisnu juga mengatakan tidak mungkin Pemkot Surabaya mengawasi semua proyek satu persatu.

“Apalagi pembangunan basement tersebut merupakan proyek swasta, bukan proyek pemerintah kota,” ujarnya.¬†(Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU