DPRD Rumuskan Zona Baru Tata Ruang Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pansus Raperda Rencana Detil Tata Ruang dan Kota (RDTRK) DPRD Surabaya merumuskan pembagian zona (kawasan) baru dalam rencana tata bangunan dan lingkungan (RTPL).

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifudin Zuhri, di Surabaya, Kamis (12/4), mengatakan pembahasan pansus RDTRK saat ini telah masuk dalam materi zona. Hanya saja, pembahasan zona, tidak menyangkut soal detail persil di kawasan tersebut.

“Ada beberapa perubahan zona, salah satu adalah kawasan di Ampel. Kami menyarankan agar pemkot tetap melihat sejarah, peradaban, kondisi dan lingkungan di kawasan Ampel pada waktu dahulu,” katanya.

Menurut dia, hal ini perlu dilakukan Pemkot Surabaya agar tetap konsisten dalam menjaga eksistensi sejarah dalam suatu kawasan di Kota Surabaya.


“Makanya kami juga membutuhkan pendapat dari para ahli mengenai zona baru ini,” katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, secara makro, tata ruang kota di Surabaya ini akan mengatur zona (kawasan) secara rinci yang dituangkan dalam RDTRK ini, sehingga semua pihak bisa mengetahui, seperti apa dan bagaimana pernak-perniknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi mengatakan bahwa ada pembagian zona, seperti zona Tunjungan yang masuk kawasan Cagar Budaya itu meliputi Jl. Tunjungan dan Jalan Darmo dan juga ada zona sosial budaya di kawasan Ampel.

“Jadi bagaimana bentuk bangunannya, kawasannya harus seperti apa, itu akan diatur dalam Perda RDTRK ini, seperti untuk kawasan Ampel yang kita masukkan dalam zona cagar budaya, sehingga kedepannya harus ditindaklanjuti dengan rencana tata bangunan dan lingkungan (RTPL),” katanya.

Khusus untuk Tunjungan, lanjut Eri, bangunan-bangunan di sana akan dikembalikan seperti zaman dulu. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya juga akan memanggil para ahlinya untuk dimintai pendapatnya.

“Zona cagar budaya itu zona pertempelan (zona tempel), artinya warna apapun di zona itu, bisa saja menjadi zona budaya, yang artinya jika ada rencana renovasi atau pembangunan baru harus mengacu kepada aturan yang menempel tersebut,” katanya. (Ant/SU02)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Ulama dan Tokoh Politik Bersama Ummat Penuhi Kawasan Monas dalam Munajat 212

Kawasan monas dipenuhi ummat yang hadiri Munajat 212.

Ombudsman Tegaskan Lahan Prabowo Bukan HGU Tapi HPHTI

Akhirnya setelah ditelusuri, Ombudsman memastikan lahan yang dikuasai Prabowo adalah HPHTI, bukan HGU.

Nilai Para Camat Tidak Kampanyekan Jokowi, Begini Alasan Wali Kota Makassar

Wali Kota Makassar nilai para camat yang ada di video dukung Jokowi, tidak sedang kampanye.

Tim Prabowo-Sandi Laporkan Camat se-Makassar Yang Ada di Video Dukung Jokowi

Viral video dukungancamat se Makassar ke Paslon urut nomor 01.

Survei LSI: Kembali Diprediksi Tak Lolos ke Senayan, Inilah Elektabilitas PSI

PSI tetap diperkirakan tidak lolos ke Senayan.

Apa Untungnya Bagi Ummat Islam Jika Partai-Partai Islam Terpuruk?

SERUJI.CO.ID - Pilpres dan Pileg yang diadakan serentak pada...

Ulama dan Tokoh Politik Bersama Ummat Penuhi Kawasan Monas dalam Munajat 212

Kawasan monas dipenuhi ummat yang hadiri Munajat 212.

Ombudsman Tegaskan Lahan Prabowo Bukan HGU Tapi HPHTI

Akhirnya setelah ditelusuri, Ombudsman memastikan lahan yang dikuasai Prabowo adalah HPHTI, bukan HGU.

Nilai Para Camat Tidak Kampanyekan Jokowi, Begini Alasan Wali Kota Makassar

Wali Kota Makassar nilai para camat yang ada di video dukung Jokowi, tidak sedang kampanye.
video

Tim Prabowo-Sandi Laporkan Camat se-Makassar Yang Ada di Video Dukung Jokowi

Viral video dukungancamat se Makassar ke Paslon urut nomor 01.

TERPOPULER

Santai Jelang Debat Capres Nanti Malam, Jokowi Lari Pagi di Kebun Raya Bogor

Jelang debat capres putaran kedua, Presiden Jokowi menikmati aktivitas lari pagi di Kebun Raya Bogor.

Pengamat Nilai Panggung Debat Kedua Milik Jokowi, Begini Alasannya

Pengamat menilai panggung debat kedua milik Jokowi. Benarkah?

TKN Tuding Prabowo Bohong soal Harga Beras dan Daging Termasuk Tertinggi di Dunia

Menurut TKN harga beras dan daging di Indonesia termasuk rendah, tidak seperti kata Prabowo.

Festival Cap Go Meh 2019 di Singkawang Dibanjiri Ribuan Wisatawan

Perayawaan Cap Go Meh di Singkawang jadi data tarik wisatawan mancanegara. Simak keramaiannya...

Hadapi Perebutan SDA di Masa Depan, Inilah Tekad Prabowo Jika Nanti Memimpin Indonesia

Bertekad kuat, inilah yang disampaikan Prabowo jika nanti memimpin Indonesia.