Bojonegoro Siaga Banjir Luapan Bengawan Solo

BOJONEGORO, SERUJI.CO.ID – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, masih memberlakukan siaga banjir dengan ketinggian air di Bojonegoro 14,90 meter (siaga II-kuning), Sabtu (24/2) pukul 07.00 WIB.

“Meskipun ketinggian air di taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro mulai menurun, akan tetapi kewaspadaan tetap dilakukan, sebab curah hujan selama Februari masih tinggi,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro MZ. Budi Mulyono, di Bojonegoro, Sabtu (24/2).

Bahkan, menurut dia, curah hujan selama Februari, bahkan sampai Maret, karena masih tinggi berpotensi menimbulkan banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang dan tanah longsor.

Sebelum itu, ketinggian air di TBS sempat mencapai 15,06 meter (siaga III-merah) sejak sehari lalu, kemudian berangsur-angsur surut sejak pagi tadi dengan ketinggian air 14,90 meter.

BPBD, lanjut dia, mendistribusikan sembako untuk keperluan para pengungsi korban banjir yang tersebar di sejumlah lokasi pengungsian sejak sehari lalu.

Sembako yang didistribusikan, lanjut dia, beras, makanan siap saji, makanan tambah gizi, minyak goreng, telur juga yang lainnya.

Ia menyebutkan ada ratusan kepala keluarga (KK) korban banjir yang mengungsi di lima lokasi pengungsian di Kelurahan Ledokkulon, dan Desa Banjarjo, Kecamatan Kota, termasuk di gedung Serbaguna dan di Balai Desa Bogo, Kecamatan Kapas.

Laporan yang diterima BPBD menyebutkan genangan banjir luapan Bengawan Solo melanda 60 desa yang tersebar 11 kecamatan, antara lain, Kecamatan Kalitidu, Dander, Trucuk, Kota, Kapas, Kanor dan Kanor.

Warga terdampak banjir mencapai 1.249 kepala keluarga (KK), sebagian di antaranya, mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER