Ansor Sidoarjo Jaga Pondok Pesantren-Masjid

SIDOARJO, SERUJI.CO.ID – Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Kabupaten Sidoarjo, dikerahkan untuk melakukan penjagaan di sejumlah tempat pondok pesantren dan masjid di kabupaten setempat untuk mengantisipasi isu teror yang beredar.

Ketua GP Ansor Kabupaten Sidoarjo Rizza Ali, Kamis (22/2), mengatakan pihaknya juga mengintruksikan kepada seluruh kader Gerakan Pemuda Ansor dan Banser agar selalu melakukan koordinasi dengan pihak Babinkamtibmas dan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Kami juga tidak tahu apa isu itu hoax atau bukan. Yang jelas, kami melakukan antisipasi supaya masyarakat tidak resah dengan isu penyerangan tersebut,” katanya.

Pihaknya juga mendesak supaya aparat kepolisian segera mengusut tuntas teror yang ada, baik kepada tokoh agama atau Kiai maupun masyarakat.

“Semoga saja isu tersebut bisa terungkap. Apakah itu hoax atau bukan,” katanya.

Ia menjelaskan, intruksi penjagaan di sejumlah pondok pesantren dan masjid itu dikarenakan beberapa hari lalu terdapat “orang gila” yang mencurigakan dan mondar mandir di kawasan masjid dan pondok pesantren Darul Hikam, Keboansikep, Kecamatan Gedangan.

Selain kejadian di Ponpes Darul Hikam, kata dia, peristiwa janggal itu juga terjadi di rumah Rois Syuriah PCNU Sidoarjo Kiai Rofiq Siroj kawasan Kedung Cangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

“Kemarin malam juga ada orang tak dikenal mendobrak-dobrak rumah Kiai Rofiq Siroj. Secara etika bukan orang baik-baik bahkan condong seperti “orang gila” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah mendengar suara ricuh, akhirnya orang tersebut ditemui oleh menantunya, kemudian dijawab bahwa Kiai Rofiq Siroj tidak ada sampai akhirnya orang mencurigakan itu meninggalkan kediaman Kiai Rofiq Siroj begitu saja.

Atas kejadian tersebut, GP Ansor selain mengintruksikan melakukam penjagaan, juga mengintruksikan untuk mendirikan posko keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya berita-berita provokasi dan hoax serta selalu berkoordinasi dengan pimpinan baik di kecamatan maupun di kabupaten,” katanya. (Ant/SU05)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER