805 Petak Tanah Milik Pemkab Sumenep Belum Bersertifikat

0
28
Carto
Ketua Tim Penertiban Aset Setkab Sumenep, Carto. (Foto: Rahmat/SERUJI)

SUMENEP, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 805 petak tanah aset Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga kini belum bersertifikat sebagai bukti legalitas kepemilikan. Ratusan tanah tersebut berada dalam pengelolaan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu 700 petak di Dinas Pendidikan dan 105 di Dinas Kesehatan.

Ketua Tim Penertiban Aset Setkab Sumenep, Carto, menyebut ratusan bidang tanah itu merupakan data lama. Tapi hingga awal tahun 2018 ini, data tersebut tetap tidak berubah.

“Sejak dibentuk tim Penertiban Aset sekitar tahun 2016 lalu, ratusan aset itu memang tidak bersertifikat,” tutur Carto, Jumat (12/1).

Carto mengaku telah menginventarisir semua aset itu. Dia juga mengaku telah menyetor berkas ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat untuk diterbitkan sertifikat. Sebab itu, Carto bakal kroscek keseriusan dua OPD tersebut dalam memproses sertifikat tanah.

“Kalau instansinya tidak bergerak ya tidak bisa. Kita akan turun untuk membantu OPD menyelesaikan persoalan itu,” katanya.

Lebih lajut Carto memaparkan, hasil investasi yang dilakukan menyebut tanah tidak bersertifikat itu diakibatkan karena belum ada ganti rugi, lalu sengketa lahan, sebagian sudah diproses pembuatan sertifikatnya tapi belum jadi, dan ada yang sama sekali tidak diurus pembuatan sertifikatnya. Dia berharap proses penyertifikatan ratusan aset tanah itu sesuai harapan.

Merespon persoalan itu, aktivis Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) Mahfud Amin menganggap wajar jika tiap tahun Sumenep mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK, karena untuk mengurusi aset tanah saja sudah tidak becus.

Kata Mahfud, bukan hanya tanah yang dikelola dua OPD itu yang tidak bersertifikat, tapi kantor Pemkab Sumenep pun masih berdiri di atas lahan yang belum resmi milik pemerintah. Padahal kantor tersebut merupakan central pemerintahan.

“Ini saya pikir merupakan kegagalan bupati Sumenep yang telah memimpin selama dua periode,” tegasnya.

Pria yang juga aktivis PMII Sumenep itu berharap pemerintah segera memproses pembuatan sertifikat tanah tersebut. Jika hanya didiamkan, ia yakin akan berdampak buruk pada wajah pemerintahan. Masyarakat diyakini akan menganggap para pemegang kebijakan tidak serius menjalankan amanah. (Rahmat/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Gempa Banten

PMI Sukabumi Siapkan Tim Evakuasi Korban Gempa

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyiapkan tim evakuasi korban gempa bumi pascabencana gempa tektonik yang berpusat di Kabupaten...
China International Import Expo

Durian Sumut Pasar Potensial di China International Import Expo

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Durian asal Sumatera Utara merupakan buah yang sangat potensial dipromosikan di Tiongkok. Sumut dapat memanfaatkan penyelenggaraan China International Import Expo (CIIE) di...
gempa di banten

Gempa Banten Terasa Hingga Garut

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Guncangan gempa tektonik berkekuatan 6,4 skala Richter di Barat Daya Lebak, Banten, terasa hingga wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (23/1)...
Pilgub Jatim 2018

Tim Koalisi Parpol Akan Gelar Rakor Strategi Pemenangan Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai pendukung pasangan Khofifah-Emil dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas strategi pemenangan pasangan Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim...
Gempa Banten

Gempa Tektonik di Lebak Hancurkan 311 Rumah

LEBAK, SERUJI.CO.ID - Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, hingga menghancurkan sebanyak 311 rumah tersebar di 12 kecamatan. Pusat gempa...
loading...

Abu Dzar al Ghifari, Kemilau di Antara Sarang Penyamun

Abu Dzar al Ghifari merupakan salah satu sahabat yang pertama memeluk islam yang disebut “assabiqunal awwalun”. Dia berasal dari bani Ghifar, sebuah suku yang...

Presiden lupa dengan janji-janjinya, Abai terhadap Rakyatnya

(Lupa Menyebabkan Manusia Abai akan Akhirat) Pada dasanya, manusia itu “pelupa”. Inilah sebabnya, Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk menulis perjanijan di antara mereka, dengan...
Pariwisata Bali

Sisi Lain Pariwisata Bali

Ketika mendengar nama Bali, orang akan membayangkan pantai Kuta yang Indah dengan para bule berjemur memakai bikini. Ditengah hamparan pasir pantai yang landai dan...