Tolak Angkutan Berbasis Daring, Ratusan Awak Angkot Unjuk Rasa

MAGELANG, SERUJI.CO.ID – Ratusan awak angkutan kota (angkot) di Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (28/9) melakukan unjuk rasa ke kantor pemerintah kota itu, menuntut agar dihentikan operasional ojek atau angkutan berbasis daring di kota tersebut.

Para awak angkutan dengan tertib memarkir kendaraannya di kompleks Pemkot Magelang. Di antara mereka membawa spanduk yang berisi tulisan tentang penolakan ojek atau angkutan berbasis daring.

Ketua Forum Komunikasi Awak Angkutan Kota Magelang (Forkam), Darsono mengatakan kedatangan Forkam tidak menghendaki adanya angkutan daring di Kota Magelang.

“Ojek daring tidak diberi rekomendasi, kami minta Pemkot untuk melakukan penertiban,” katanya.

Ia menuturkan keberadaan ojek daring sampai sekarang masih beroperasi.

“Kami merasa dirugikan. Kami minta aturan untuk ditegakkan,” katanya.

Joko, seorang awak angkutan, menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kota Magelang karena beberapa jam tidak bisa melayani masyarakat.

“Kami mohon maaf karena masih memperjuangkan hak-hak kami,” katanya.

Kedatangan ratusan awak angutan di kompleks Pemkot Magelang tersebut mendapatkan pengamaman dari Polres Magelang Kota, Satpol PP dan Dishub Kota Magelang.

Hingga berita ini diturunkan perwakilan awak angkutan masih melakukan mediasi dengan pihak Pemkot Magelang. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER