Namanya Masuk Bursa Calon Wali Kota Solo, Gibran: Terima Kasih Warga Solo

SOLO, SERUJI.CO.ID – Putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi hasil survei bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo yang digelar oleh Universitas Slamet Riyadi (Unisri) beberapa waktu lalu.

“Baru kemarin saya baca surveinya. Saya sangat mengapresiasi. Terima kasih warga Solo yang sudah memberi penilaian yang positif untuk saya,” katan Gibran saat menemani keluarga jalan-jalan di Mal Solo Paragon, Sabtu (27/7) malam, sebagaimana dilansir Antara.

Terkait hal itu, ia mengatakan, tidak ada arahan dari keluarga, terutama orang tua.

“Pada intinya di keluarga saya, bapak ibu sangat demokratis. Dari dulu prinsipnya saya harus mandiri,” katanya.

Termasuk ketika memutuskan menjadi pengusaha, ia diminta oleh orang tua agar menjadi pengusaha yang mandiri.

“Kalaupun jadi politikus ya jadi politikus yang mandiri. Bapak tidak pernah memaksa apapun, tidak pernah mengarahkan harus ke sini atau ke sana. Semua bebas, semuanya harus mandiri,” katanya.

Ia mengakui selama ini tidak pernah melakukan aktivitas politik. Hal itu terlihat dalam laman sosial media, baik instagram maupun twitter miliknya.

“Kalau teman-teman lihat di sosial media saya, saya dan Kaesang kan masih melakukan aktivitas yang saya lakoni seperti biasa. Masih fokus menjalani bisnis, ekspansi bisnis,” katanya.

Sementara itu, disinggung mengenai ada atau tidaknya partai politik yang sudah melakukan komunikasi dengan bapak satu anak ini, ia hanya tersenyum. “Nanti lagi ya,” katanya sambil berlalu.

Sebelumnya, Unisri Surakarta menyenggarakan survei terkait bursa Pilwalkot Surakarta untuk periode 2020-2025. Ketua Laboratorium Kebijakan Publik Unisri Surakarta Suwardi mengatakan survei tersebut menguji tiga kategori, yaitu popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas.

Sebagai hasilnya, pada ketiga kategori tersebut nama Gibran dan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo saling berlomba menempati posisi teratas.

Editor:Hrn
Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER