Melihat Dari Dekat Fosil Gajah Raksasa Purba Blora

BLORA – Sejak ditemukannya fosil Gajah Raksasa Purba di Blora, tepatnya di Dusun Sunggun, Desa Mendalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, pada bulan Maret tahun 2009 silam, kini daerah Blora menjadi salah satu tujuan obyek riset para Arkeolog, peneliti purbakala dari berbagai universitas dalam maupun luar negeri.

Konon, hasil ekskavasi (penggalian) pada tahun 2009 tersebut merupakan salah satu hasil yang lumayan spektakuler, karena bisa menemukan sebuah fosil Gajah Purba Elephas Hysudrindicus yang diperkirakan hidup sekitar 800 ribu sampai 200 ribu tahun yang lalu, dalam keadaan kondisi hampir mencapai 90% dan nyaris utuh.

Saat ini, fosil Gajah Purba yang semasa hidupnya diperkirakan setinggi 5 meter dan berbobot sekitar 8 ton, yang asli disimpan di Museum Geologi Bandung. Sedangkan yang dipamerkan di Komplek Gedung Sasana Bhakti Blora adalah bentuk replikanya yang nyaris sama dan dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Gedung Sasana Bhakti, dimana replika fosil gajah purba dipamerkan ini berada lingkungan Alun-Alun Kabupaten Blora bersebelahan dengan Kantor Dinas Bupati Blora.

Saat SERUJI tiba di lokasi, seorang petugas langsung menghampiri dan langsung mempersilakan masuk.

“Sering tempat ini dikunjungi rombongan siswa sekolah, mulai dari rombongan siswa TK sampai Siswa SLTA, mereka
sangat tertarik dan menikmati wisata sejarah ini,” tutur petugas yang akrab dipanggil Bowo ini.

Bagi segenap pecinta dan peneliti alam juga pegiat sejarah yang ingin melihat secara langsung bisa datang ke Gedung Sasana Bhakti Blora pada pukul 08.00 sampai 21.00 tanpa dipungut biaya sepeserpun, sambil menikmati hijaunya Kota Blora yang dikelilingi rimbunan Hutan Jati ini. (Abdul Kholik)

EDITOR: Iwan Y

8 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.