AKSI: Semen Rembang Belum Berproduksi karena Taati Aturan

REMBANG – Direktur Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang M. Sugihariyadi menilai belum beroperasinya pabrik Semen Indonesia di Rembang membuktikan investasi harus menaati aturan.

“Sebagai akademisi, saya menilainya sebagai sebuah komitmen. Bagaimanapun investasi harus taat aturan. Apalagi, Semen Indonesia sebagai perusahaan ‘pelat merah’,” katanya, di Kabupaten Rembang, Jateng, Rabu (20/9).

Yang dilakukan Semen Indonesia dengan belum mengoperasikan pabriknya di Rembang untuk berproduksi, lanjut dia, semestinya menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain dalam menjalankan investasinya.

“Investasi yang bijak akan selalu menaati aturan. Untuk Semen Rembang, sekarang kan masih tahap Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tahap kedua. Ya, harus menunggu dulu hasil KLHS itu,” jelasnya.

Mengenai investasi Semen Indonesia di Rembang, ia mengatakan sebenarnya tidak ada persoalan karena masyarakat Rembang, khususnya di ring I legawa dan merasa bangga dengan kehadiran Semen Rembang.

“Sebelum pendirian pabrik sudah dilakukan studi kelayakan bisnis. Itu pasti dan harus dilakukan untuk melihat aspek yang harus dijalankan, kemudian aspek krusial mengenai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Dari aspek lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, hingga pendidikan, kata dia, Semen Indonesia sudah melakukan kajian secara matang, bukan semata-mata bagaimana perusahaan bisa mendapatkan keuntungan.

Hal terpenting yang dilakukan Semen Indonesia, kata dia, adalah kemampuannya memotret kemiskinan di Rembang yang selama ini belum pernah dilakukan oleh investor-investor lain di wilayah tersebut.

“Jadi, tidak melulu merekrut masyarakat sekitar jadi pekerja, tetapi bagaimana memberdayakannya di sektor usaha kecil menengah (UKM), misalnya usaha ‘laundry’, katering, hingga sewa indekost,” ujarnya.

Semangat awal dari Semen Indonesia, kata dia, bukan berpandangan pada proyek, melainkan program sehingga masyarakat pun menangkapnya secara cerdas untuk memberdayakan melalui berbagai program.

“Makanya, sebagai akademisi, saya melihat pekerjaan rumah (PR) yang perlu dilakukan adalah melihat sejauh mana ekspektasi dan kemanfaatan program-program yang sudah dilakukan ini bagi masyarakat,” tukas Sugihariyadi.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Tegaldowo yang termasuk ring I Semen Rembang, Dwi Joko Supriyanto membenarkan sejauh ini Pabrik Semen Rembang memang belum melakukan kegiatan penambangan sama sekali.

“Mesinnya memang beroperasi, tetapi istilah untuk sepeda motor baru itu ‘inreyen’, dengan bahan baku yang dibeli dari tambang-tambang rakyat di sekitar sini. Pabrik sama sekali belum menambang,” ungkapnya.

Selain “inreyen” mesin, kata Joko, Semen Indonesia juga masih merampungkan pembuatan jalan menuju ke pabrik maupun penambangan untuk kesiapan jika Pabrik Semen Rembang sudah diresmikan dan beroperasi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER