Ahli Racun se-ASEAN Berkumpul di Yogyakarta, Apa Yang Dibahas?

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Puluhan ahli racun dan tenaga medis dari negara-negara anggota ASEAN pada Selasa (23/10) berkumpul di Yogyakarta untuk membahas standar penanganan penyakit akibat gigitan ular dan hewan-hewan laut berbisa.

“Para medis, dokter maupun para ahli farmasi dari berbagai negara saling bertukar pengalaman penanganan awal penyakit akibat gigitan ular yang benar,” kata Presiden Toxinology Society of Indonesia dr Tri Maharani di sela acara yang merupakan bagian dari The 5th International Symposium on ASEAN Marine Animals and Snake Environment Envenoming Management (AMSEM) 2018 yang berlangsung di Yogyakarta hingga 26 Oktober.

Tri mengatakan selama puluhan tahun gigitan ular dan hewan-hewan laut berbisa menjadi masalah yang terabaikan di Indonesia. Padahal penyakit akibat gigitan ular merupakan salah satu penyakit yang paling banyak mengakibatkan kematian.

“Jutaan korban terpaksa harus meninggal karena masyarakat tidak paham penanganan awal dan pengobatan yang tidak ada,” kata dokter spesialis biomedik itu.

Sebagai negara agraris dengan garis pantai terpanjang se-Asia Tenggara, menurut Tri, gigitan ular termasuk salah satu masalah kompleks di Indonesia. Ia menambahkan bahwa kerusakan ekosistem juga berkontribusi pada peningkatan kasus gigitan hewan-hewan berbisa pada manusia.

Data Remote Envenomation Consultant Service (RECS) pada 2017 menunjukkan kasus penyakit akibat gigitan ular jumlahnya sampai 135.000 kasus per tahun, di atas kasus kanker yang jumlahnya tercatat 133.000 per tahun.

“Sehingga kasus gigitan ular ini sebenarnya merupakan salah satu dari 10 penyakit terbanyak di Indonesia namun selama ini cenderung diabaikan,” kata Tri, Koordinator RECS Indonesia.

Ia menjelaskan pula bahwa di sela rangkaian simposium internasional itu Toxinology Society of Indonesia dan Malaysian Society on Toxinology akan menandatangani nota kesepahaman kerja sama dalam hal edukasi, pelatihan dan riset penanganan dampak gigitan ular dan hewan berbisa.

“Kerja sama kedua pihak menyangkut edukasi, pelatihan, dan riset mengenai penanganan dampak gigitan ular dan hewan berbisa lainnya. Kami berharap semakin banyak negara-negara yang berkolaborasi dalam penanganan ini,” tukasnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER