Innalillahi, Kembali Seorang Petugas KPPS Meninggal di Karawang

KARAWANG, SERUJI.CO.ID – Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang meninggal dunia setelah mengawal Pemilu Serentak 2019 bertambah menjadi tiga orang.

Aning, petugas KPPS di Tempat Pemungutan Suara 15, Desa Dukuh Karya, Kecamatan Rengasdengklok meninggal dunia pada Rabu (24/4) siang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang Miftah Farid mengatakan, sebelumnya ada dua petugas KPPS di Karawang yang meninggal dunia. Menyusul meninggal Aning, petugas KPPS di Karawang yang meninggal menjadi tiga orang.

Miftah menyampaikan, atas nama KPU Karawang turut berduka atas meninggal Aning. Almarhum dinilai telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Aning meninggal dunia akibat pendarahan di otak lantaran tekanan darah yang terus naik.

Aning sempat dibawa ke Rumah Sakit Bayukarta karena mengalami koma. Tapi almarhum tidak bisa tertolong, dan akhirnya mengembuskan napas terakhir di ruang ICU rumah sakit tersebut

Dua petugas KPPS di Karawang lainnya sebelumnya meninggal adalah Agus Mulyadi, petugas KPPS TPS 38 Kelurahan Karawang Kulon, dan Yaya Suhaya petugas KPPS TPS 04 Desa Cilewo. Keduanya meninggal akibat kelelahan saat mengawal pemilu serentak ini.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER