Satgas Yonif 328/DGH Kembali Amankan Ganja di Perbatasan Papua

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Dalam seminggu ini Satuan Tugas Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif Para Raider 328/Dirgahayu terhitung dua kali menangkap dan menggagalkan peredaran ganja di wilayah perbatasan timur Indonesia.

Hal ini disampaikan Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif Para Raider 328/Dirgahayu, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) dalam keterangan tertulisnya yang diterima SERUJI Sabtu (8/12) pagi.

Dikatakan penangkapan dan pengamanan ganja kering tersebut dilakukan pada Kamis (6/12) lalu.

Saat itu pihaknya mengamankan GG (21), RL (20) dan BW (20) warga Jayapura yang tertangkap membawa satu bungkus ganja kering di dekat kantor Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Jayapura.


“Ada karyawan PLBN Skouw yang curiga dan kemudian melapor ke pihak kami, setelah diikuti sampai di PLBN dan diperiksa salah satu pemuda kedapatan membawa ganja kering seberat 10 gram didalam saku celananya,” jelas Erwin.

Saat ini ke tiga pemuda tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Di hari yang sama, satu paket ganja kering seberat 15 gram juga berhasil diamankan Satgas 328/DGH.

Kejadian ini bermula pada saat Pos Ramil Distrik Muara Tami, Kota Jayapura bersama 6 personil Satgas Yonif PR 328/DGH menggelar razia rutin, Kamis (6/12) lalu.

“Tepat pukul 10.20 Wit terlihat dua pemuda dengan sepeda motor melaju dari arah Koya Jayapura menuju Skouw wilayah perbatasan. Anehnya, pada saat pengemudi motor melihat Pos Ramil Muara Tami menggelar razia, tiba-tiba ia memutar arah menjauhi personel dan terlihat pemuda dibelakangnya membuang sebuah bungkusan plastik hitam yang setelah dicek ternyata didalamnya ada satu paket ganja siap pakai yang terbungkus plastik dengan berat sekitar 15 gram,” tambah Dansatgas.

Penemuan paket ganja dalam razia ini merupakan kali ke tiga selama kurun waktu bertugas satu bulan.

Selain ganja kering, Satgas Pamtas RI PNG ini juga belum lama ini berhasil menyita vanili ilegal dan sejumlah minuman keras. (Faisal N/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

MUI Kecam Iklan Lowongan Kerja Yang Mensyaratkan Melepas Hijab Saat Bekerja

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengecam perusahaan yang mengiklankan lowongan kerja dengan mensyaratkan harus bersedia melepas jilbab selama bekerja.

Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.