Petani Barito Utara Mulai Tanam Padi

MUARA TEWEH, SERUJI.CO.ID – Sejumlah petani di sentra padi sawah di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mulai menanam padi pada musim tanam April – September 2018 dengan sasaran 2.150 hektare.

“Musim tanam April – September (Asep) ini belum serentak dan diperkirakan sampai Juni nanti petani masih bercocok tanam padi,” kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi di Muara Teweh, Kamis (24/5).

Menurut Budi, petani yang sudah menanam padi tersebut sampai Mei ini sudah mencapai 1.053 hektare tersebar di lahan padi sawah di antaranya di Kelurahan Montallat II dan Tumpung Laung Kecamatan Montallat seluas 459 hektare, kemudian Desa Kandui,di Rarawa, Baliti dan Walur Kecamatan Gunung Timang sekitar 329 hektare.

Selain itu di sentra padi sawah Kecamatan Teweh Selatan wilayah Desa Trinsing, Trahean dan Transbandep sekitar 188 hektare dan lahan pertanian tadah hujan di Kecamatan Teweh Timur 77 hektare.

“Para petani tersebut menanam padi untuk sementara masih menggunakan bibit sendiri atau swadaya sedangkan bibit bantuan pemerintah masih belum disalurkan yang pengadaannya dari Pemerintah Provinsi Kalteng,” katanya.

Budi mengatakan bibit padi unggul itu cocok dikembangkan saat menghadapi musim tanam April-September 2018 karena lahan yang dibuka sedikit namun hasilnya cukup banyak yakni varietas Sertani.

Bibit padi unggul dan sarana produksi lainnya , kata dia, nantinya berasal dari dana stimulan APBD Provinsi Kalteng dan APBN.

“Luas sasaran tanaman padi pada musim tanam April-September ini memang berkurang dibanding Oktober-Maret karena biasanya memasuki musim kemarau, sehingga petani hanya membuka lahan persawahan pada daerah tertentu,” kata dia. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER