Pemkab Lebak Minta Orangtua Awasi Penggunaan Gadget pada Anak

0
56
gadget pada anak (ilustrasi)

LEBAK, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak meminta orang tua mengawasi anak-anak yang menggunakan ponsel aplikasi android guna mencegah korban kejahatan seksual akibat maraknya video porno melalui media teknologi jaringan internet.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tajudin di Lebak, Kamis (29/3), mengatakan selama ini kasus korban kejahatan seksual yang menimpa anak-anak di daerah ini cenderung meningkat.

Penyebab kejahatan seksual itu karena mudahnya akses pornografi melalui ponsel aplikasi android.

Masyarakat yang memiliki anak agar mengawasinya, baik dalam bergaul dengan temannya maupun menggunakan permainan aplikasi android.

Saat ini, kejahatan kekerasan seksual di Kabupaten Lebak dinilai cukup tinggi hingga 32 kasus tahun 2017.

Mereka para korban kekerasan seksual itu akibat lemahnya pengawasan orang tua.

Kebanyakan pelaku kejahatan kekerasan terhadap anak itu di antaranya orang dekat, seperti kakek, bapak tiri, guru dan tetangga.

Bahkan, korban kekerasan seksual itu hingga melahirkan anak yang dilakukan oleh kakeknya sendiri.

Mereka para korban kekerasan seksual anak itu tersebar di Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, Maja, Muncang, Malingping, Curugbitung, Panggarangan, Cikulur, Cimarga, Leuwidamar dan Cipanas.

Para korban kekerasan seksual anak itu mulai usia dua sampai 18 tahun dan dilakukan rehabilitasi dan pembinaan kejiwaan agar tidak trauma.

Pemulihan terapi kejiwaan itu juga melibatkan ahli psikologi dengan biaya Rp350.000 satu kali terapi konsultasi.

Selain itu juga anak-anak korban kekerasan seksual yang masih usia sekolah dapat dilanjutkan pendidikannya agar tidak putus sekolah.

“Kami juga menjalin kerja sama dengan LSM P2TP2A untuk penanganan anak korban kejahatan seksual,” katanya.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak Hj Ratu Mintarsih mengatakan kekerasan seksual yang dialami anak itu dilakukan orang terdekat korban.

Sebab, pelaku kasus kekerasan seksual anak di Lebak dilakukan ayah kandung, ayah tiri, kakek, kakak ipar dan saudara sepupu.

Selain itu tetangga dan teman kekasih.

“Semua korban kekerasan seksual anak mendapat bantuan terapi kejiwaan untuk mengembalikan kehidupan normal,” katanya.

Sementara itu, pemerhati pendidikan Tuti Tuarsih mengatakan penggunaan teknologi dapat memicu kejahatan karena begitu mudah untuk mengakses situs pornografi melalui jaringan internet.

Selama ini, kasus kekerasan dan kejahatan di berbagai daerah di Tanah Air meningkat, bahkan korbannya anak-anak SD, SMP dan SMA/SMK.

Meningkatnya kejahatan seksual itu tentu perlu segera diantisipasi agar anak-anak terlindungi dan tidak menjadi korban.

Saat ini, kata dia, anak begitu mudah mendapatkan akses pornografi melalui media sosial, baik facebook, twitter, telepon seluler, website internet,tayangan televisi dan lainya.

Selain itu juga pengaruh lingkungan sekitar juga berpengaruh terhadap terbentuknya karakter anak.

“Kami minta pelaku kejahatan seksual anak dihukum berat,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU