Pasca Kebakaran di Waena, Polda Papua Tertibkan Izin Penjualan Kembang Api


JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Pasca kebakaran yang meludeskan 8 kios di Waena pada Kamis (20/12) malam, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si mengintruksikan anggotanya agar menindak tegas penjual kembang api yang tak kantongi izin.

“Apabila ada distributor ataupun pengecer tak miliki ijin, saya minta kepada seluruh jajaran Reserse untuk melakukan penindakan,” tegas¬†Martuani dalam upacara gelar pasukan Operasi Lilin Matoa 2018 di lapangan Brimob Polda Papua, Kotaraja Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (21/12).

Selain itu, Martuani juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api di ruang tertutup.

“Jika ingin menyalakan kembang api harus di tempat terbuka, agar tidak terjadi musibah kebakaran,” tuturnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas menanggapi pernyataan Kapolda, pihaknya akan mengimbau kepada seluruh distributor dan pengecer juga konsumen di Kota Jayapura mengenai penjualan dan penggunakan bunga api dan mercon.

Gustav mengatakan, imbauan akan dimuat dalam selebaran terkait dengan perizinan dan juga pencegahan terhadap bahaya, senada yang disampaikan Kapolda Papua.

“Tempat yang tak miliki izin berjualan, seperti petasan, kami akan tindak tegas. Sementara kembang api yang sudah mendapatkan izin dari Kepolisian ya memang dibolehkan karena itu sudah dikaji dalam undang-undang. Tapi kalau masuk kategori mercon/petasan itu sama sekali tidak boleh,” kata Gustav.

Baca juga: 8 Kios di Waena Ludes Terbakar, Bayi 5 Bulan Ditemukan Tewas

Polres Jayapura Kota juga mengatakan seharusnya para penjual mendapatkan izin dari Direktorat Intelkam Polda Papua.

“Sepanjang tidak ada dokumen itu, kami tidak tindaklanjuti dan itu semua ilegal,” tegasnya.

Pihak Polres Jayapura Kota juga akan menggelar razia ke lapak dan kios penjual kembang api di Kota Jayapura.

“Sudah kami perintahkan untuk awasi, dari Kasat Intel, Kasat Reskrim, dan Kapolsek untuk menyita dan mengamankan kembang api yang belum ada ijin, ini demi keselatamatan bersama,” pungkasnya. (Faisal N/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close