Rekapitulasi KPU NTT Selesai: Inilah 4 Anggota DPD RI Terpilih Dapil NTT

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menetapkan empat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) NTT.

“Ke-empat calon anggota DPD RI Provinsi NTT yang meraih suara terbanyak itu adalah Hilda Manafe, dr. Asyera Respati Wundalero, Angelius Wake Kako, dan Ambraham Liyanto,” kata Ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu di Kupang, Senin (13/5).

“Kami sudah selesai pleno rekapitulasi tingkat provinsi pada Minggu (12/5). Untuk DPD, sudah ada penetapan empat calon sebagai peraih suara terbanyak,” kata Thomas Dohu yang mengaku baru tiba di Jakarta untuk persiapan rekapitulasi nasional.

Empat calon yang meraih suara signifikan, yakni berturut-turut, Hilda Manafe dengan nomor urut calon 34, dr. Asyera Respati Wundalero dengan nomor urut 27, Angelius Wake Kako nomor urut 25 dan terakhir Abraham Liyanto dengan nomor urut 22.

Hilda Manafe yang adalah isteri Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore itu mendulang suara terbanyak dalam Pemilu DPD RI yakni 228.487 suara, disusul dr. Asyera Respati A. Wundalero 199.022 suara.

Posisi ketiga diraih calon anggota DPD Angelius Wake Kako dengan memperoleh 179.197 suara dan Abraham Liyanto 173.915 suara.

“Dari empat calon yang terpilih dalam Pemilu DPD 2019 ini, salah satu diantaranya adalah calon petahana yakni Abraham Liyanto, yang berada pada posisi perolehan suara terbanyak ke empat,” kata Thomas Dohu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER