Peringati Hari Juang Kartika ke-72, TNI Lakukan Penghijauan

SUMBA, SERUJI.CO.ID – Memperingati Hari Juang Kartika ke-72, Komando Distrik Militer (Kodim) 1601 Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penghijauan di Desa Kambata Wundut, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, pada Sabtu (9/12).

Kegiatan itu dilaksanakan oleh jajaran anggota Kodim1601/ST bekerjasama dengan Balai Nasional Taman Matalawa serta diikuti 250 orang yang terdiri dari Polri, perangkat desa, anggota Pramuka dan siswa-siswi SMP/SMA.

“Penghijauan yang dilaksanakan Kodim 1601 adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan menanam 1500 anakan pohon, diantaranya Mahoni, Gamalina, Trembesi, dan Turi dengan luas area sekitar 3 hektar lebih,” kata Komandan Rayon Militer (Koramil) Kapten Inf Sambudi kepada SERUJI, Sabtu (9/12).

Dia menjelaskan, tindakan ini untuk mengantisipasi meningkatnya pemanasan global yang ditandai dengan curah hujan yang tinggi dan suhu panas. Juga untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap lingkungannya.


“Fenomena alam yang ditandai dengan hujan dan panas sulit diprediksi, namun musim hujan saat ini sangat tinggi bisa menimbulkan banjir dan tanah longsor, jadi kita giatkan penghijauan di lahan yang gundul,” ucapnya.

Kapten Sambudi menghimbau, kepada masyarakat yang berada di wilayah Desa Kambata Wundut dan lereng-lereng perbukitan untuk tidak menebang pohon secara sembarangan atau membakar hutan ketika musim kemarau dengan alasan membuka lahan pertanian baru. (Habibudin/SU02)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Menang Hadapi Persidago, Pelatih: Persebaya Masih Perlu Banyak Pembenahan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menilai permainan timnya...

Pernah Ditertibkan, APK di Jalan Utama Payakumbuh Masih Langgar Aturan

PAYAKUMBUH, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Payakumbuh, Sumatera Barat,...

Warga NU Yang Tak Pilih Kyai Ma’ruf di Pilpres 2019, Habib Hasan: Keterlaluan

PURWOREJO, SERUJI.CO.ID - Rais Suriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama...

Lukman Edy Tuding Puisi Neno Warisman Sesat dan Puncak Kebohongan Kubu Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Politikus PKB Lukman Edy menilai puisi...

Lawan Indonesia, Vietnam Yakini Semifinal Selesai Dalam 90 Menit

KAMBOJA, SERUJI.CO.ID - Pelatih Tim Nasional Vietnam U-22 Nguyen...

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Menteri Pariwisata Panen Omelan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga tiket pesawat hingga kini ternyata...

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

TERPOPULER

Didukung Gubernur Riau, KH Ma’ruf Semakin Yakin Bisa Menang di Bumi Lancang Kuning

Makin percaya diri karena didukung Gubernur Riau, cawapres 01 yakin bisa menang di tanah melayu

Dua Anak Presiden Ini Juga Mencuit Saat Prabowo “Ragu” Soal Unicorn

Ramai soal unicorn, dua anak Presiden ini pun ikut nimbrung dengan cuitannya.

Jelang Debat Kedua, Prabowo Bertemu Tim BPN Untuk Berdiskusi

Prabowo akan bersama Tim BPN menuju lokasi Debat Capres putaran kedua