OJK NTT Minta Masyarakat Waspada Investasi Bodong

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) Winter Marbun meminta masyarakat NTT waspada terhadap investasi bodong yang merugikan masyarakat dengan melakukan kegiatan tanpa ijin.

“Memang sampai saat ini kami belum melihat praktik investasi ilegal atau bodong yang beroperasi di NTT karena mereka tidak punya kantor hanya pakai online, jadi secara kasat mata kami belum membuktikan, tapi kita menunggu laporan masyarakat nanti,” jelas Winter saat dikonfirmasi, Sabtu(14/4).

Menurutnya, masyarakat terdakang menjadi korban akibat investasi ilegal atau bodong, ketika mereka datang ke OJK mereka enggan mengadu, kendati demikian investasi bodong dapat terbaca saat mereka datang bertanya-tanya soal investasi.

“Jadi kita sudah bisa baca mereka waktu datang mengadu dan bertanya-tanya soal investasi berarti tandanya ada yang sudah menjadi korban investasi itu,” katanya.

Winter menambahkan, untuk memudahkan pemantauan terhadap investasi yang merugikan masyarakat ada beberapa cara dilakukan OJK, seperti memperluas akses sehingga masyarakat lebih luas untuk bertanya dan mengadu serta melakukan sosialisasi.

“Untuk menghidari investasi bodong kami terus melakukan upaya pencegahan dengan membuka akses kepada masyarakat untuk bertanya dan mengadu jika tak ingin menjadi korban investasi bodong,” terangnya.

Winter berharap masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran produk atau investasi yang menjajikan, tentu cara yang paling tepat jika mendengar apa yang ia janjikan sebagai keuntungan dari investasi itu.

“Saya pikir investasi bodong hindari bentuk Multi LevelMarketing (MLM) karna modus dalam bentuk apapun sebaiknya bertanya sebelum menjadi korban,” pungkasnya.(Habibudin/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Konsisten Kemaruk Kekuasaan

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi