Banjir di Desa Pinduhurani, Sekolah Diliburkan

0
15
Sungai di Desa Pinduhurani
Para siswa SD ketika menyeberang sungai di desa Pinduhurani (Foto: Habibudin/SERUJI)

SUMBA TIMUR, SERUJI.CO.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur desa Pinduhurani, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan sekolah dasar di wilayah itu diliburkan.

Sudah hampir seminggu hujan mengguyur desa tersebut sehingga terjadi banjir dan air pun meluap di rumah-rumah warga dan sekolah.

“Banjir yang meluap di desa Pinduhurani mengakibatkan sejumlah aktifitas warga maupun anak sekolah dasar terpaksa diliburkan,” kata warga desa Pinduhurani Paulus Maramba yang ditemui SERUJI, Ahad (26/11)

Dikatakannya, banjir terjadi akibat luapan dari dua sungai yang membelah desa Pinduhurani sehingga terjadi genangan air yang besar dan tinggi.

Sementara itu, Camat Tabundung, Oktafianus Mbau kepada SERUJI menjelaskan, sekolah di desa Pinduhurani terpaksa diliburkan karena banjir yang sangat besar itu menggenangi sejumlah rumah warga dan sekolah tempat belajar siswa.

“Kita liburkan anak-anak sekolah ini untuk mengantisipasi terjadinya luapan air yang lebih besar karena di desa ini ada dua sungai yang selalu diseberangi warga dan anak sekolah dari sebelah dusun,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya meminta pemerintah daerah membangun jembatan penyeberangan untuk akses jalan bagi masyarakat setempat. (Habibudin/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....