Masuki Tahun Ajaran Baru, KIPIN Luncurkan Konten Video untuk Anak Pre-School

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, KIPIN resmi menambah konten belajar untuk anak usia pre-school. Konten berupa video audio visual yang menampilkan berbagai ilmu dan pengetahuan dasar yang dibuat secara menarik dan interaktif.

Sebelumnya KIPIN juga telah berhasil meluncurkan komik literasi untuk usia pre-school atau PAUD di konten KIPIN milik Pendidikan.id.

Konten belajar untuk anak usia pre-school ini dinilai mampu memberikan cara baru dalam mengenalkan dan menstimulasi kecerdasan anak-anak usia dini pada kategori pre-school. Beberapa judul komik tersebut yaitu Mengenal Huruf, Mengenal Alat Transportasi, dll. Konten dibuat semenarik mungkin agar anak-anak mudah menerima ilmu yang ingin disampaikan melalui konten tersebut. Video bisa di lihat di http://bit.ly/2LcehtC.

“Konten video untuk anak usia pre-school mampu memberikan cara dan ide-ide baru kepada orang tua dalam memberikan pengenalan belajar pada anak. Dengan kualitas video yang sangat bagus, ini benar-benar bermanfaat,” kata tim marketing Pendidikan.id.

Salah satu video pre-school antara lain berjudul “Suara Hewan” yang menampilkan animasi-animasi hewan beserta suaranya, seperti suara ayam, kambing, kucing dll. Koleksi konten edukasi Pendidikan.id akan selalu bertambah baik buku, video, tryout dan komik literasi. Masing-masing konten dibuat sesuai kategori jenjang sekolah yaitu SD, SMP, SMA dan SMK serta pre-school atau juga disebut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Metode belajar digital adalah salah satu teknik belajar efektif di era teknologi seperti sekarang ini. Tak lagi beli buku pelajaran cetak setiap semester baru, cukup download aplikasi KIPIN SCHOOL 4.0 (Download Gratis di www.kipinschool.id) maka semua kebutuhan materi belajar tersedia secara up-to-date.

Siswa secara mandiri bisa memanfaatkan gadget mereka untuk hal-hal positif seperti belajar, berlatih soal atau menonton video pelajaran melalui aplikasi. Sementara untuk anak usia pre-school, bisa dibantu oleh orang tuanya untuk mendapatkan konten edukatif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Blunder

Tidak Takut Sendirian Jadi Oposisi, Begini Penjelasan Tegas PKS

Menanggapi pergerakan partai-partai yang selama Pilpres 2019 berkoalisi mendukung Prabowo berhadapan dengan Jokowi tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan mereka tidak bergeming dari posisinya yang ingin tetap jadi oposisi. Begini alasannya.

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.