Fahira: Pelaku Sodomi Layak Dikebiri

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Komite III DPD RI yang membidangi perlindungan anak Fahira Idris merasa geram dengan terungkapnya kasus kekerasan seksual terhadap 14 orang anak di Kecamatan Rajeg dan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, dengan pelaku Ws alias Babeh (49).

“Beru saja kita harus melihat fakta kekejian komplotan kriminal yang bersekongkol memproduksi dan menjual video yang melibatkan anak di Bandung, kita kembali dihadapkan fakta yang benar-benar menyesakkan menimpa anak-anak kita,” kata Fahira dalam rilis yang diterima SERUJI, Rabu (10/1).

Fahira mengatakan kekejian tersebut tidak boleh dianggap kejahatan biasa, untuk itu ia meminta pelaku harus dijerat dengan hukuman paling berat sesuai perintah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Sudah saatnya polisi dan jaksa mengenakan pasal paling berat dalam UU Perlindungan Anak yang baru dalam menangani kasus ini yaitu hukuman mati atau pidana seumur hidup ditambah hukuman tambahan berupa kebiri kimia,” tegas Fahira.

Fahira juga menegaskan bahwa jika nanti dalam penyelidikan ditemukan fakta bahwa ada anak yang menderita luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, vonis hukuman mati sudah bisa menjadi dasar tuntutan jaksa sesuai amanat UU Perlindungan Anak.

“Jangan sampai kejahatan luar biasa ini, penanganannya dan vonis hukumannya biasa-biasa saja. Kekerasan seksual terhadap anak itu sudah dikategorikan kejahatan luar biasa sama dengan pengedar narkoba dan pelaku terorisme. Paling minimal pelaku di penjara seumur hidup dan diberi hukuman tambahan kebiri kimia. Hakim harus tegas kalau tidak, predator-predator anak seperti ini akan terus memangsa anak-anak kita,” ujarnya.

Fahira menyakini jika nanti hakim memutuskan hukuman paling berat terhadap pelaku, akan menjadi shock therapy bagi para pengidap paedofil atau pelaku kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia.

Hukum yang tegas ditambah gerak cepat Pemerintah memformulasikan blueprint sistem perlindungan anak yang komprehensif dan terintegrasi diyakini mampu membuat para predator anak tidak berani melancarkan aksinya sehingga anak-anak di Indonesia dan para orang tua bisa hidup lebih tenang.

“Jika ditanya ke saya, orang kayak ini dihukum mati saja karena tindakannya sudah menjadi bencana bagi banyak orang, bukan hanya anak tetapi juga para orang tua dan keluarga korban. Kementerian terkait tidak cukup hanya mengecam saja, cari solusi secepat mungkin. Bangun sistem perlindungan anak yang komprehensif, jangan sampai ini (kekerasan seksual terhadap anak) jadi bencana sosial di negeri ini,” tegasnya.

Dengan terbongkarnya kejahatan seksual terhadap puluhan anak di Kabupaten Tangerang ini, pekerjaan besar lain yang harus secepatnya ditangani kementerian dan instansi terkait adalah pemulihan medis dan psikologis anak-anak serta orang tua korban atas perlakuan biadab pelaku terhadap mereka. Karena jika tidak segera ditangani dengan serius, perkembangan dan pertumbuhan anak akan terganggu dan ini merusak masa depannya.

“Peristiwa ini tentunya akan membayangi kehidupan mereka seumur hidup. Anak-anak ini harus segera mendapat pemulihan medis dan psikologis agar dapat melanjutkan hidup dan optimis menatap masa depannya,” pungkas Fahira yang juga Ketua Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak ini. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ahmad Dhani The Warrior

Jika John Lennon mampu menciptakan "protest song" seperti "Give peace a chance" atau "imagine", tanpa penderitaan di penjara, maka Dhani akan mampu lebih hebat dari Lennon. Maksudnya, dia selain penggubah lagu/syair dan penyanyi, akan sekaligus menjadi sang pejuang. Ahmad Dhani The Warrior.

Bangsa Gagal Nyintesis

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER