Rekrutmen Panwascam Aceh Tamiang Dinilai Tidak Memenuhi Persyaratan

0
206
  • 4
    Shares

ACEH TAMIANG, SERUJI.CO.ID – Sejumlah calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Aceh Tamiang menilai putusan rekrutmen Panwascam yang dilakukan oleh Panwaslu Aceh Tamiang dinilai tidak memenuhi syarat administrasi.

“Mereka (yang lulus) Panwascam ada beberapa orang yang tidak lengkap administrasinya, namun kenapa bisa lulus,” sebut salah seorang peserta yang enggan namanya disebut kepada SERUJI, Rabu (29/11).

Ia mengatakan, ada beberapa peserta yang tidak memiliki surat keterangan kejiwaan yang dikeluarkan oleh rumah sakit, sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi peserta.

“Seperti di Kecamatan Karang Baru, ada peserta yang tidak memiliki surat keterangan kejiwaan dari rumah sakit, tapi mereka lulus, padahal sudah jelas dalam pengumuman yang dikeluarkan oleh Panwaslu Aceh Tamiang pada poin nomor 7 menyebutkan agar pada saat wawancara peserta membawa surat keterangan rohani/kejiwaan, ini kan aneh, syarat tidak cukup tapi kok bisa lulus,” jelasnya.

Ia meminta kepada komisioner Panwaslu Aceh Tamiang untuk dapat mengevaluasi kembali hasil keputusan yang telah dikeluarkan, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan, karena Panwaslu sebagai lembaga yang mengawasi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Pemilu.

Surat yang menjelaskan persyaratan yang harus dilengkapi peserta seleksi Pan

“Bagaimana Panwaslu akan mengawasi pelanggaran di lapangan nantinya, sementara ditubuh Panwaslu sendiri melanggar aturan yang dibuatnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Panitia Kerja (Pokja) Perekrutan Imran, SE saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari Bawaslu Provinsi Aceh untuk melengkapi surat keterangan kejiwaan tersebut dalam waktu dekat ini.

“Kalaupun ada peserta yang belum menyerahkan, karena waktu itu dokter Psikiater tidak masuk di Rumah Sakit Langsa, Sementara di RSU Tamiang, tak ada yang bisa keluarkan surat rohani, jadi disana kendala peserta, terus mereka harus menyerahkan kekurangan itu dalam waktu dekat,” jelasnya.

Imran berasalan di RSU Tamiang tak bisa mengeluarkan surat rohani, sementara jika mereka ke rumah sakit jiwa Banda Aceh dan Rumah Sakit Pringadi Medan waktu tak terkejar lagi sesuai tahapan yang ditentukan Bawaslu Aceh. (Syahrial/Hrn)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama