Hitung Cepat Kotak Kosong Makassar Unggul

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID –  Penghitungan cepat yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui penginputan data hasil pemilihan atau formulir C1 Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar, kotak kosong unggul sementara melawan calon tunggal di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/6).

Berdasarkan data entri model C1 dilansir di laman https: //infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/hasil/cepat/t2/sulawesi_selatan/kota_makassar, masuk melalui sistem server KPU RI telah mencapai pada persentase 80,41 persen dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 2.147 unit dari total keseluruhan 2.670 TPS tersebar di 15 kecamatan. Perolehan kotak kosong hingga pada pukul 07.30 WITA mencapai 236.785 suara atau persentasenya 52,50 persen.

Sedangkan calon tunggal pasangan Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) memperoleh 214.219 suara dengan persentase 47,50 persen. Sedangkan jumlah suara sampai saat ini telah mencapai 450.069 suara atau persentasenya 96 persen dan suara tidak sah 16.624 suara atau persentase tiga persen dengan jumlah keseluruhan 465.773 suara.

Jumlah pemilih Pilkada Makassar berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) laki-laki sebanyak 382.546 jiwa dan perempuan 404.647 jiwa dengan total pemilih 804.938 jiwa.

Sementara yang menggunakan hak pilihnya tercatat, laki-laki 213.458 jiwa, dan perempuan 247.492 jiwa, dengan total 471.248 jiwa, serta partisipasi pemilih sebesar 58,54 persen.

Ketua KPU Makassar Amier Syarief saat ditemui di pusat input data dilaksanakan di Hotel Grand Clarion mengatakan, penginputan data dimasukkan melalui sistem scanner foto lalu dikirim ke server KPU RI oleh tim KPU Makassar ini, dilakukan setelah menerima hasil penghitungan C1 dari panitia pemungutan suara (PPS).

Meski demikian, penginputan data entri model C1 dilakukan apa adanya usai penghitungan di TPS dan belum dilakukan perbaikan-perbaikan. Hasil pada hitung cepat, kata dia, merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final. Bila terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya. Hitung cepat dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan.

“Hari ini baru dilakukan penghitungan di tingkat PPK di kecamatan, seharusnya kemarin. Jadwalnya itu dimulai 28 Juni-3 Juli 2018. Kemungkinan petugas masih kelelahan ditambah faktor cuaca hujan selama dua hari terakhir ini,” kata Amier.

Menurutnya, data tersebut masih bisa berubah tapi tidak terlalu jauh dari perolehan, karena masih akan dihitung secara manual di tingkat PPK kemudian direkapitulasi di KPU Makassar selanjutnya diplenokan.

“Data itu masih bisa berubah, sebab masih ada perbaikan-perbaikan saat penghitungan manual. Kalau ini bisa selesai segera sampai pada jadwal, maka KPU Makassar bisa segera melakukan pleno penetapan hasil suara pemenang pilkada,” katanya lagi. (Ant/Su02)

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER