Kala Kedua Petinggi PBB Beda Pendapat soal Laksamana Cheng Ho

0
78
  • 9
    Shares
Yusril Ihza Mahendra (kiri) dan MS Kaban (kanan)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Terjadi beda pendapat antara dua petinggi Partai Bulan Bintang (PBB), yakni Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dengan ketua Dewan Syuro PBB MS Kaban, di media sosial Twitter, Jumat (11/1), soal Laksamana Cheng Ho.

Awalnya, MS Kaban bercerita soal Laksamana Cheng Ho yang disebutnya pernah membawa pasukan untuk menyerang Majapahit lantaran tidak mau membayar upeti terhadap kekaisaran China. MS Kaban lantas membandingkan dengan kedatangan ribuan orang RRC yang mendarat dengan aman dan damai di era pemerintahan Jokowi.

“Cheng Ho pernah bawa puluhan kapal lengkap dengan pasukan untuk serang Majapahit karena tidak mau tunduk bayar upeti pada kaisar China. Era Presiden Jokowi mendarat dengan aman dan tenang ribuan orang RRC di Morowali pake pesawat RR China Airlines. Apakah tampil lagi Gajah Mada dengan Bhayangkara nya,” kata MS Kaban melalui akun Twitternya, Jumat (11/1).

Kicauan MS Kaban tersebut kemudian dikoreksi Yusril Ihza Mahendra. Yusril mengatakan Cheng Ho datang ke Nusantara dalam misi kedamaian. Dikatakannya, saat itu Majapahit sedang bertikai dengan Blambangan. Kedatangan Cheng Ho untuk mendamaikan kedua kerajaan itu.

Baca juga: Yusril Cenderung ke Jokowi, Kader PBB Tak Dilarang Dukung Prabowo

“Cheng Ho membawa 120 armada dengan 30 ribu pasukan berlabuh di Tuban untuk memaksa Majapahit menghentikan perang dengan Blambangan. Misi Cheng Ho ke Jawa atas perintah Kaisar Ming Chu Ti untuk mendamaikan kedua kerajaan yang sedang bertikai itu. Itu terjadi sekitar tahun 1407,” tulis Yusril melalui akun Twitternya, Jumat (11/1).

“Misi Kaisar Ming beda dengan misi misi Kaisar Kubilai Khan yakni penaklukan wilayah. Misi Ming itu misi damai. Jarak antara Kubilai Khan dengan Ming Chu Ti hampir 200 tahun lamanya. Kubilai Khan itu zaman Ken Arok (Singosari) belum zaman Majapahit. Demikian koreksi saya. Salam,” imbuhnya.

Diketahui, hubungan keduanya seperti tidak lagi harmonis setelah Yusril menjadi penasehat hukum pasangan calon Presiden-Wakil Presiden Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Baca juga: Patuhi Ijtima Ulama, Kader dan Caleg PBB DKI Deklarasi Dukung Prabowo

Sedangkan, MS Kaban terus meyakinkan kalau banyak kader PBB mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Belakangan ini, MS Kaban kerap menghadiri deklarasi PASS LANTANG (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Bulan Bintang) yang digelar di berbagai daerah. (SU05)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU