Pemerintah Terus Kembangkan Ekosistem Penelitian Guna Tingkatkan Daya Saing

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintahan Jokowi–Jusuf Kalla (JK) terus mengembangkan ekosistem penelitian guna meningkatan daya saing Indonesia. Pemerintah akan melihat riset dari hulu hingga ke hilir dan menguatkan fungsi koordinatif pelaksanaan penelitian.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Dr Moeldoko lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (30/10).

“Arahan Presiden jelas. Mengevaluasi tata kelola riset,” kata Dr. Moeldoko.

Pernyataan Moeldoko ini setelah Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementerian/Lembaga guna membahas rancangan ekosistem riset agar semakin kondusif.

Dalam rapat tersebut dibahas pentingnya penyelenggaraan penelitian dan pengembangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan mendorong inovasi.

Peserta yang hadir sepakat bahwa penataan kelembagaan penyelenggara kegiatan penelitian dan pengembanganakan mengoptimalisasi Peraturan Presiden no 38 tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional.

“Diperlukan adanya prioritisasi sektor pada kegiatan riset, sehingga perencanaan sumber daya lebih terfokus dan mempercepat tercapainya dampak litbang dalam mendongkrak daya saing bangsa Indonesia”, kata Moeldoko.

Terkait penataan kelembagaan penyelenggara litbang ini, Deputi II KSP, Yanuar Nugroho menyebut perlunya menjawab permasalahan absennya koordinasi program dan kegiatan ltibang saat ini.

“Kami telah menerima permohanan audiensi terkait penataan kelembagaan litbang dari berbagai pihak. Yang terpenting saat ini adalah klarifikasi visi besar nya seperti apa, sementara bentuk kelembagaan menyesuaikan dengan visi dan fungsi yang dibutuhkan”, kata Yanuar.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kepala KSP Moeldoko, Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Syafruddin, Deputi II KSP Yanuar Nugroho, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono.

Hadir pula Deputi Bidang Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan Subandi dan Direktur Pendidikan Tinggi, IPTEK, dan Kebudayaan KemenPPN/Bappenas Amich Alhumami, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana KemenPANRB Rini Widyantini.

Selain itu Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Keuangan Purwanto, Direktur Jendral Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Jumain Appe. (SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER