Terkait SAGL Brimob, Puspen TNI: Senjata Luar Biasa, TNI Saja Belum Punya

3
1590
Senjata berat polri
Proses penurunan senjata berat peluncur granat milik Polri yang beredar di aplikasi pesan dan sosial media.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan bahwa sebanyak 5.931 amunisi berupa granat yang dapat digunakan pada senjata pelontar granat Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) adalah senjata mematikan.

“Amunisi tersebut memiliki radius mematikan dengan jarak 9 meter. Jarak capai amunisi bisa mencapai 400 meter di lontarkan dari SAGL,” jelas Wuryantokepada media di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Diungkapkan juga oleh Wuryanto bahwa amunisi tersebut memiliki berbagai keistimewaan yang sangat mematikan.

“Setelah meledak pertama kemudian meledak yang kedua dan menimbulkan pecahan-pecahan dari tubuh granat itu berupa logam-logam kecil yang melukai ataupun mematikan. Kemudian granat ini pun bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Jadi ini luar biasa,” ungkap Wuryanto.

“Bahkan TNI sendiri tidak punya senjata yang memiliki kemampuan seperti itu.”

Ditegaskan juga oleh Wuryanto bahwa amunisi tersebut keseluruhannya dititipkan di Mabes TNI.

“Sudah dipindahkan, keseluruhan amunisi dibawa ke gudang Mabes TNI, Senin (9/10) malam. Sementara senjata SAGL nya sudah diambil Polri dari gudang cargo Unex, Bandara Soekarno Hatta,” ujar Wuryanto.

Lebih lanjut Wuryanto mengatakan bahwa yang dilakukan TNI sudah sesuai aturan senjata di Indonesia.

“Standar non militer sudah sangat jelas sesuai Inpres nomor 9 bahwa amunisi untuk standar militer itu di atas 5,56 milimeter kemudian standar non militer di bawah kaliber itu. Kita hanya menerapkan aturan saja,” tegasnya. (Arif R/Hrn)

loading...

3 KOMENTAR

  1. Baru kali ini saya menyaksikan kegaduhan antar Intasi, apalagi polisi dg TNI. Dan sebaiknya polisi sadar bahwa rakyat sudah tidak bisa menerima begitu saja informadi yg dideiksain sedemikian rupa oleh polisi. Dan klo polisibterus menerus seperti itu. Yang rugi malah polasi sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Prancis juara piala dunia 2018

Prancis Juara Piala Dunia 2018, Setelah Tundukkan Kroasia 4-2

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Prancis menang 4-2 atas Kroasia pada final Piala Dunia di Stadion Luzhniki Moskow pada Ahad (15/7), untuk membuat mereka mengangkat trofi...

Final Piala Dunia 2018, Prancis Unggul 2-1 Atas Kroasia di Babak Pertama

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Prancis memimpin 2-1 atas Kroasia pada babak pertama final Piala Dunia, setelah tersaji 45 menit pertama yang berlangsung menarik di Stadion Luzhniki,...

Ribuan Warga Kota Langsa Nobar Final Piala Dunia

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Ribuan Warga Kota Langsa Nonton Bareng (Nobar) final piala dunia yang digelar oleh Pemerintah Kota Langsa di Lapangan Merdeka Kota...

Pencuri Spesialis Angkutan Daring Berhasil Ditangkap Polisi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resort Kuantan Singingi, Provinsi Riau berhasil menangkap buronan bandit pencurian disertai kekerasan spesialis angkutan daring yang beraksi di jalan lintas...
mahkamah konstitusi

Terdapat 67 Permohonan Sengketa Pilkada Yang Diterima MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) mencatat sebanyak 67 permohonan Penyelesaian Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 telah terdaftar pada Ahad (15/7) malam,...