Terkait SAGL Brimob, Puspen TNI: Senjata Luar Biasa, TNI Saja Belum Punya

3
1595
  • 417
    Shares
Senjata berat polri
Proses penurunan senjata berat peluncur granat milik Polri yang beredar di aplikasi pesan dan sosial media.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan bahwa sebanyak 5.931 amunisi berupa granat yang dapat digunakan pada senjata pelontar granat Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) adalah senjata mematikan.

“Amunisi tersebut memiliki radius mematikan dengan jarak 9 meter. Jarak capai amunisi bisa mencapai 400 meter di lontarkan dari SAGL,” jelas Wuryantokepada media di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Diungkapkan juga oleh Wuryanto bahwa amunisi tersebut memiliki berbagai keistimewaan yang sangat mematikan.

Loading...

“Setelah meledak pertama kemudian meledak yang kedua dan menimbulkan pecahan-pecahan dari tubuh granat itu berupa logam-logam kecil yang melukai ataupun mematikan. Kemudian granat ini pun bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Jadi ini luar biasa,” ungkap Wuryanto.

“Bahkan TNI sendiri tidak punya senjata yang memiliki kemampuan seperti itu.”

Ditegaskan juga oleh Wuryanto bahwa amunisi tersebut keseluruhannya dititipkan di Mabes TNI.

“Sudah dipindahkan, keseluruhan amunisi dibawa ke gudang Mabes TNI, Senin (9/10) malam. Sementara senjata SAGL nya sudah diambil Polri dari gudang cargo Unex, Bandara Soekarno Hatta,” ujar Wuryanto.

Lebih lanjut Wuryanto mengatakan bahwa yang dilakukan TNI sudah sesuai aturan senjata di Indonesia.

“Standar non militer sudah sangat jelas sesuai Inpres nomor 9 bahwa amunisi untuk standar militer itu di atas 5,56 milimeter kemudian standar non militer di bawah kaliber itu. Kita hanya menerapkan aturan saja,” tegasnya. (Arif R/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

3 KOMENTAR

  1. Baru kali ini saya menyaksikan kegaduhan antar Intasi, apalagi polisi dg TNI. Dan sebaiknya polisi sadar bahwa rakyat sudah tidak bisa menerima begitu saja informadi yg dideiksain sedemikian rupa oleh polisi. Dan klo polisibterus menerus seperti itu. Yang rugi malah polasi sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU