Terkait SAGL Brimob, Puspen TNI: Senjata Luar Biasa, TNI Saja Belum Punya

3
1519
Senjata berat polri
Proses penurunan senjata berat peluncur granat milik Polri yang beredar di aplikasi pesan dan sosial media.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan bahwa sebanyak 5.931 amunisi berupa granat yang dapat digunakan pada senjata pelontar granat Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) adalah senjata mematikan.

“Amunisi tersebut memiliki radius mematikan dengan jarak 9 meter. Jarak capai amunisi bisa mencapai 400 meter di lontarkan dari SAGL,” jelas Wuryantokepada media di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Diungkapkan juga oleh Wuryanto bahwa amunisi tersebut memiliki berbagai keistimewaan yang sangat mematikan.

“Setelah meledak pertama kemudian meledak yang kedua dan menimbulkan pecahan-pecahan dari tubuh granat itu berupa logam-logam kecil yang melukai ataupun mematikan. Kemudian granat ini pun bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Jadi ini luar biasa,” ungkap Wuryanto.

“Bahkan TNI sendiri tidak punya senjata yang memiliki kemampuan seperti itu.”

Ditegaskan juga oleh Wuryanto bahwa amunisi tersebut keseluruhannya dititipkan di Mabes TNI.

“Sudah dipindahkan, keseluruhan amunisi dibawa ke gudang Mabes TNI, Senin (9/10) malam. Sementara senjata SAGL nya sudah diambil Polri dari gudang cargo Unex, Bandara Soekarno Hatta,” ujar Wuryanto.

Lebih lanjut Wuryanto mengatakan bahwa yang dilakukan TNI sudah sesuai aturan senjata di Indonesia.

“Standar non militer sudah sangat jelas sesuai Inpres nomor 9 bahwa amunisi untuk standar militer itu di atas 5,56 milimeter kemudian standar non militer di bawah kaliber itu. Kita hanya menerapkan aturan saja,” tegasnya. (Arif R/Hrn)

loading...

3 KOMENTAR

  1. Baru kali ini saya menyaksikan kegaduhan antar Intasi, apalagi polisi dg TNI. Dan sebaiknya polisi sadar bahwa rakyat sudah tidak bisa menerima begitu saja informadi yg dideiksain sedemikian rupa oleh polisi. Dan klo polisibterus menerus seperti itu. Yang rugi malah polasi sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Pleno KPU Jatim

Ini Hasil Tes Kesehatan Dua Pasangan Calon Pilgub Jatim 2018

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menggelar rapat pleno terbuka terkait pemberitahuan hasil penelitian kesehatan kedua pasangan calon gubernur dan wakil...
Ando

Pemuda Ini Nekat Jual Tiga Teman SMA Secara Online

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Tindakan Ando Sidabutar (18) boleh dibilang nekat. Lelaki kemayu ini, menjajakan tiga temannya di media sosial Facebook miliknya. Namun, belum lagi...
Jutaan PCC di Sidoarjo

Pelaku Digaji Rp7-9 Juta/Bulan Untuk Jaga Gudang Jutaan PCC

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dari hasil penyelidikan pihak Satreskoba Polresta Sidoarjo, hingga kini baru satu pelaku yang diamankan dalam kasus penyitaan jutaan pil Paracetamol Caffeine...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...