Terkait SAGL Brimob, Puspen TNI: Senjata Luar Biasa, TNI Saja Belum Punya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan bahwa sebanyak 5.931 amunisi berupa granat yang dapat digunakan pada senjata pelontar granat Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) adalah senjata mematikan.

“Amunisi tersebut memiliki radius mematikan dengan jarak 9 meter. Jarak capai amunisi bisa mencapai 400 meter di lontarkan dari SAGL,” jelas Wuryantokepada media di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Diungkapkan juga oleh Wuryanto bahwa amunisi tersebut memiliki berbagai keistimewaan yang sangat mematikan.

“Setelah meledak pertama kemudian meledak yang kedua dan menimbulkan pecahan-pecahan dari tubuh granat itu berupa logam-logam kecil yang melukai ataupun mematikan. Kemudian granat ini pun bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Jadi ini luar biasa,” ungkap Wuryanto.

“Bahkan TNI sendiri tidak punya senjata yang memiliki kemampuan seperti itu.”

Ditegaskan juga oleh Wuryanto bahwa amunisi tersebut keseluruhannya dititipkan di Mabes TNI.

“Sudah dipindahkan, keseluruhan amunisi dibawa ke gudang Mabes TNI, Senin (9/10) malam. Sementara senjata SAGL nya sudah diambil Polri dari gudang cargo Unex, Bandara Soekarno Hatta,” ujar Wuryanto.

Lebih lanjut Wuryanto mengatakan bahwa yang dilakukan TNI sudah sesuai aturan senjata di Indonesia.

“Standar non militer sudah sangat jelas sesuai Inpres nomor 9 bahwa amunisi untuk standar militer itu di atas 5,56 milimeter kemudian standar non militer di bawah kaliber itu. Kita hanya menerapkan aturan saja,” tegasnya. (Arif R/Hrn)

3 KOMENTAR

  1. Baru kali ini saya menyaksikan kegaduhan antar Intasi, apalagi polisi dg TNI. Dan sebaiknya polisi sadar bahwa rakyat sudah tidak bisa menerima begitu saja informadi yg dideiksain sedemikian rupa oleh polisi. Dan klo polisibterus menerus seperti itu. Yang rugi malah polasi sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER