Sekitar 10 Ribu Pemudik Diberangkatkan Pelni dari Tanjung Priok

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah memberangkatkan 10.321 pemudik dari pelabuhan Tanjung Priok dari H-15 hingga H-2 Lebaran 2019.

“Hingga H-2 ini sekitar 10 ribu penumpang, naik dibandingkan tahun lalu 162 persen yaitu sebanyak 6.371 penumpang,” ujar Plh. Manajer Komunikasi Kelembagaan dan CSR PT Pelni, Ahmad Sudjadi di Terminal Penumpang Nusantara Pura 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (3/6).

Menurut Sudjadi, lonjakan jumlah penumpang tersebut tidak hanya terjadi di pelabuhan Tanjung Priok namun merata di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

“Kenapa bertambah karena kami dari Pelni terus berbenah, memperbaiki fasilitas. Faktor eksternal juga ada karena harga tiket pesawat yang mahal,” katanya.

Pelabuhan Tanjung Priok yang pada 2018 lalu tidak terisi hingga 100 persen, pada arus mudik lebaran 2019 justru melebihi kapasitas.

“Penuhnya tahun ini berbeda dengan tahun kamarin. Pada H-15 masih banyak yang kosong, kini sejak H-15 sudah terisi 100 persen bahkan hingga H-2 ini,” tutur Sudjajdi.

Kendati demikian, ia menampik jumlah penumpang yang diangkut PT Pelni melebihi kapasitas kapal.

“Secara kapasitas kapal kita masih mampu menampung dengan memberlakukan non seat yang berasal dari tiket dispensasi,” tutur Sudjadi.

Jumlah tiket dispensasi tersebut sebanyak 600 tiket atau 30 persen dari total kapasitas kapal. Selain itu, PT Pelni juga melakukan rekayasa operasi dengan memperhatikan sejumlah pelabuhan agar mampu membawa lebih banyak penumpang.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy