Raja Salman di ‘Antara’ Habib Rizieq dan Ahok

5
583
Presiden Jokowi dan Raja Salman. (Foto: suratkabar.id)

JAKARTA – Dua orang yang tengah berseteru tampaknya  menjadikan kedatangan Raja Salman sebagai ajang eksistensinya terhadap saingan politiknya. Kedua orang tersebut adalah  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab.

Ahok sendiri telah mempertontonkan dirinya telah berjabat tangan dengan Raja Salman saat penyambutan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3) kemarin. Di sisi lain, Habib Rizieq juga mengklaim bahwa dirinya telah diundang untuk menghadiri pidato Raja Salman di Gedung DPR, Kamis (2/3).

Pengamat pun melihat bahwa keduanya ingin meneguhkan legitimasi kedua belah pihak yang tengah berseteru ini. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Asep Sakahudin.

Loading...

“Politik di Jakarta menunjukkan semakin panas. Ahok dan Habib Rizieq sepertinya memperebutkan Raja Salman sebagai simbol kekuasaan politik,” jelasnya, Kamis (2/3).

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab, lewat  kuasa hukum Habib Rizieq, Kapitra Ampera, mengaku kliennya telah menerima undangan dari pimpinan DPR untuk menghadiri pidato Raja Salman.

Menurut Asep, jika Habib Rizieq hadir dalam undangan DPR nanti siang, maka dapat dikatakan bahwa ada dukungan negara terhadap dia dan kelompoknya. “Jadi menunjukkan bahwa Habib Rizieq tidak hanya mendapat dukungan horizontal saja, tapi negara juga,” jelas Asep.

Dia melihat jabat tangan Ahok dengan Raja Salman dapat diterjemahkan sebagai bentuk klarifikasi simbolis atas tuduhan penistaan agama kepada dirinya.

“Bagaiamanapun juga, Indonesia memandang Arab Saudi sangat luar biasa. Oleh karena itu, baik Ahok maupun Habib Rizieq ingin mendapatkan simpati sebanyak mungkin,” jelasnya.

EDITOR: Rizky

loading...

5 KOMENTAR

  1. Pengamat politik pakar dibidangnya dalam membaca eskalasi politik, dg berita ini kita belajar banyak apa yg jadi obyek pengamatannya. Seruji.co.id jadi ladang ilmu. Alhamdulillah.

  2. Saya rasa tidak jadi masalah klaw dibawa ke ranah politik, kita sbgai umat muslim mesti lawan politik dg politik juga, & saya juga yakin atas kepiawaian king salman, no problem is ok aj itu !!

  3. Tapi sangat tidak patut klo seorang tamu negara ditarik tarik kedalam persoalan dalam negeri.
    Tugas kita melayani dan menyenangkan sang tamu.
    Ada keberkahan dari silahturahmi dijalin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU