Presiden Jokowi Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Gubernur Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi menghadiri resepsi pernikahan putri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Patimasang Mannagalli Parawansa, yang menikah dengan Fadil Wirawan di Grand City Convention and Exhebition Surabaya, Sabtu (29/6) malam.

Orang nomor satu di Indonesia tersebut hadir mengenakan setelan jas abu-abu dan berdasi merah serta didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi, yang memakai gaun warna cokelat.

“Presiden mengucapkan selamat kepada Ibu Gubernur dan kedua mempelai,” ujar kepala biro humas dan protokol Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai.

Di lokasi resepsi, Presiden sempat foto bersama kedua mempelai dan menyapa ribuan undangan yang hadir memberi ucapan selamat kepada putri sulung Khofifah tersebut.

Di tenda VVIP, Jokowi yang baru tiba dari Jepang menghadiri kegiatan KTT G20 tersebut didampingi Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan sempat menyapa wartawan.

“Terima kasih semuanya. Maaf, ini buru-buru soalnya mau jenguk Bu Risma,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Resepsi menjadi puncak rangkaian acara pernikahan putri Khofifah yang digelar sejak Rabu (26/6) yaitu Khotmil Quran dan pengajian di kediaman pribadinya di kawasan Jalan Jemursari Surabaya.

Pada Kamis (27/6) di tempat sama, acara dilanjutkan kegiatan midodareni dan siraman tradisi Jawa yang dihadiri keluarga beserta kerabatnya.

Lalu Jumat (29/6) sore digelar akad nikah yang dihadiri Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, sekaligus sebagai saksi bersama pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang KH Solahuddin Wahid (Gus Sholah).

Wapres JK didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja, yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta sejumlah anggota DPR RI.

Puncak acara resepsi digelar dua sesi, yaitu pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB untuk sesi satu dan sesi kedua mulai pukul 19.00 WIB sampai 22.00 WIB.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.