Presiden Akan Hadiri Silatnas MTA di Solo

SOLO – Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri acara Silaturahmi Nasional III Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) 2017 yang digelar di Stadion Manahan Solo, 17 September mendatang.

“Silatnas MTA yang digelar ketiga kalinya ini, selain akan dihadiri oleh Bapak Presiden Jokowi, juga Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat, Zulkifli Hasan, dan seratusan ribu warga MTA dari perwakilan di seluruh Indonesia,” kata Pimpinan Pusat MTA Ustad Ahmad Sukina di Solo, Kamis (14/9).

Menurut Ahmad, MTA yang memiliki 359 cabang perwakilan di seluruh Indonesia tersebut pada Silatnas di Solo, akan mengambil tema “Revolusi Kebhinekaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”

“Kami perkirakankan warga MTA yang akan hadir memadati Stadion Manahan Solo, mencapai 100 ribuan orang,” kata Sukina.

Kegiatan Silatnas tersebut, menurutnya, selain untuk melantik sebanyak 64 pengurus cabang baru diseluruh Indonesia, juga mendengarkan arahan dari Bapak Presiden Jokowi terkait dengan program Pemerintah revolusi mental.

“Kami merasa berkewajiban, Presiden kita menyatakan mental bangsa perlu direvolusi agar menjadi lebih baik. Kami sebagai lembaga dakwah berkewajiban untuk memperbaiki mental manusia. Seruan Presiden itu, sangat cocok dengan tujuan dahwah kami,” kata Sukina.

Sukina mengatakan MTA merupakan lembaga dakwah dan bukan organisasi politik, sehingga acara Silatnas tidak ada hubungannya dengan partai politik di Tanah Air.

Sukina mengatakan warga MTA dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan mulai berdatangan di Kota Solo, pada Sabtu (16/9) malam hingga Ahad (17/9) pagi. Mereka di Solo akan ditampung di daerah pengurus cabang-cabang di Solo dan sekitarnya, dan kemudian Ahad (17/9) pagi baru bersama-sama menuju Stadion Manahan Solo.

“Kawasan Stadion Manahan Solo pada saat kegiatan Silatnas MTA dalam kondisi steril kendaraan. Warga MTA yang menghadiri kegiatan itu, sudah mendapat petunjukan dimana kantung parkir untuk kendaraan baik roda dua maupu empat,” pungkasnya. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER